Ada kumpulan detik yang membuat kita terjebak dalam satu keadaan dan memaksa kita untuk tetap tinggal di tengah penderitaan yang nampak seperti bahagia (kebanggaan semu).

***

Sebiji bola mata timbul tenggelam dalam katup yang menutup dan terbuka dengan ritme yang sangat lamban; setengah lelah bekerja dengan terbelalak dalam jendela kecil. Tangan lentik dengan kuku putih bersih yang menempel di setiap ujung jari sedang menikmati putaran mikrometer−mencari titik yang pas. Kumpulan titik-titik perak yang bias bergerak menggeliat.

Seketika tubuh menyusut dan menyeberangi cela, tibalah dia pada Klan Clostridium Botulinium yang merupakan bagian dari Negeri Basilus. Ternyata dia berdiri pada sebuah pendaratan−serupa halte dengan atap melayang berbentuk bulat mengikuti lekuk persinggahan tempatnya tegak saat ini. Sekelompok makhluk dengan bentuk tubuh serupa kapsul dengan wajah yang rata menjemputnya dengan santun.

“Salam hormat! Kami prajurit Klan Clostridium Botulinium datang untuk menyambut kau!” Seorang di antara mereka membungkuk di hadapannya, sepertinya dia adalah pemimpin prajurit.

“Tunggu dulu! aku Fragaria Vesca, sejujujurnya aku sedang dalam kebingungan. Aku tak tahu kenapa aku bisa ada di sini!”

“Ya, kami tahu siapa kau! Justru karena itu kami datang kemari. Pimpinan salah satu departemen Negeri Basilus yang mengundang kau kemari!” Pemimpin prajurit itu kembali bercuap, mereka terdiri dari sepuluh makhluk aneh yang hanya mampu dibedakan oleh simbol yang melekat pada tubuh mereka karena penanda tersebut tak ada yang sama di antara mereka.

“Apa? Siapa dia? To, tolong! Aku sama sekali tidak mengerti!” Fragaria Vesca menimpalinya dengan terbata-bata dalam kekhawatiran akan keselamatan hidupnya di negeri yang begitu asing untuknya.

“Kau ikut saja dengan kami! Nanti di kantor departemen kau akan bertemu dengan pimpinan yang mengundang kau!” Mereka bergerak mundur sekejap muncul kotak besar di hadapan mereka berwarna hijau bias perak. “Silakan masuk! Kami akan mengantarkan kau!” Maka masuklah Fragaria Vesca ke dalam kotak dan mereka kemudian bergerak melayang bersama kotak tersebut.

“Mari! Maaf, kita harus melalui jalan ini untuk sampai ke ruangan pimpinan!” Mereka telah tiba pada sebuah tempat yang tersembunyi di balik tempelan-tempelan daun serupa lumut, mereka kemudian mengarahkan Fragaria memasuki sebuah lorong yang menyerupai pipa dengan undakan tangga yang berkelok.

“Selamat datang Nona Fragaria! Perkenalkan aku Lei Basilus, Pimpinan Departemen Rahasia Negeri Basilus!” Tiba-tiba sosok yang serupa dengan tubuh pempimpin prajurit mendarat di depan Fragaria.

“Ya, ya, ya! Tapi kenapa aku bisa sampai di sini?”

“Baik, sebelumnya aku ingin mengucapkan selamat pada Nona! Kau terpilih menjadi agen Departemen Rahasia Negeri Basilus! Nona akan diberikan tugas khusus dan tugas ini menyangkut keselamatan dan kelangsungan hidup rakyat Klan Clostridium Botulinium!”

“Maksud Tuan Lei?” Fragaria sesara ingin berteriak karena kalut diliput kebingungan.

“Klan Clostridium Botulinium saat ini tengah berada pada masa genting! Saat ini negeri kami membutuhkan makhluk dari luar yang dapat membantu kami untuk mengatasi kisruh yang ada di negeri ini!” Suara Tuan Lei melemah, begitu nampak bahwa dia tengah diselimuti kekhawatiran.

“Memangnya apa yang terjadi di negeri ini Tuan?” Fragaria mulai tersentuh dengan penjelasan Tuan Lei.

“Aku katakan pada kau Nona Fragaria, Klan Clostridium Botulinium adalah sebuah klan yang paling indah di negeri ini. Namun, diisi oleh sebagian besar makhluk yang penuh dengan ambisi dan niat jahat. Ditambah lagi dengan menghilangnya Pimpinan Klan!”

“Pimpinan Klan hilang?” Fragaria semakin penasaran dengan penjelasan Tuan Lei.

“Ya! Pimpinan Klan menghilang semenjak Klan Clostridium Botulinium bergejolak karena berbagai masalah! Hanya saja sampai saat ini kami masih mencari penyebabnya dan di mana keberadaan Pimpinan Klan!”

“Lalu kenapa kau mengundang aku kemari?”

“Pemimpin Negeri Basilus merasa khawatir dengan kelangsungan hidup Klan Clostridium Botulinium yang indah dan kau adalah makhluk pertama yang menyentuh kehidupan di negeri ini di saat kami tengah dalam kemelut; kami membutuhkan makhluk yang baik, dapat di percaya dan berasal dari luar negeri kami!” Tuan Lei melayang –setelah memberi penghormatan pada Fragaria. “Atas persetujuan dari Pemimpin Negeri Basilus, maka kami memohon pada Nona Fragaria Vesca untuk bersedia membantu kami! Jika Nona bersedia, maka kami akan melakukan sesuatu terhadap Nona agar kerahasiaan misi ini terjaga!”

“Mmmhh.. Lalu apa yang bisa aku lakukan untuk negeri kalian?” Fragaria menghela nafas. Dia sebenarnya masih memikirkan permintaan Tuan Lei. Tapi mereka serupa Basil! Sepertinya ini menarik! Fragaria meyakinkan diri sendiri.

“Nona Fragaria akan menjadi agen Departemen Rahasia! Bertugas untuk memata-matai segala aktivitas di Klan Clostridium Botulinium!”

“Baik, aku bersedia Tuan Lei!”

“Terima kasih Nona!” Tuan Lei segera mengeluarkan kekuatannya dan menyulap Fragaria menjadi serupa dengan dirinya. “Nona harus terlihat seperti kami selama menjalankan tugas!” Fragaria berubah bentuk dengan pin emas bertuliskan Fra di bagian tengah tubuhnya.

“Waw! Begini rasanya jadi basil!” Fragaria merasa kagum sekaligus heran melihat perubahan dirinya. “Tapi, Tuan Lei bagaimana aku bergerak dengan tubuh seperti ini?”

“Sekarang coba Nona pikirkan untuk melayang!”

“Keren! Aku terbang Tuan Lei!”

“Setiap kali Nona ingin melakukan sesuatu maka Nona cukup memimikirkannya! Hanya saja Nona tidak dapat melakukan apapun jika Nona bertemu kekuatan yang jauh lebih besar dibanding kekuatan Nona.Sekarang jalankanlah tugasmu Nona Fragaria Vesca!” Tuan Lei menyerahkan kotak berisi segalan alat yang dibutuhkan oleh Fragaria selama menjadi mata-mata.

“Baik Tuan Lei!” Fragaria kemudia terbang menuju Klan Clostridium Botulinium.

Fragaria mengelilingi Klan; menikmati keadaan yang begitu aneh di Negeri Basilium. Telihat kerumunan rakyat di depan kantor pemerintahan Klan Clostridium Botulinium; ada sosok yang kemudian diketahui bernama Pay beridiri di atas podium sambil berpidato.

“Kalian akan sejahtera bersamaku! Kalian akan sejahtera bersamaku!” teriak Tuan Pay.

Fragaria menelusuri siapa sebenarnya Tuan Pay, berdasarkan alat yang membantunya− dia menemukan informasi bahwa Tuan Pay ingin menjadi pemimpin Klan Clostridium Botulinium yang baru, Tuan Pay merupakan penduduk yang berpindah klan beberapa tahun belakangan karena itu banyak yang mencurigai dia sebagai penyebab hilangnya Pemimpin Klan Clostridium Botulinium.“Halo, Tuan Lei!” Fragaria menghubungi Tuan Lei sebagai bentuk laporan rutin dari tugasnya. Tuan Pay yang merupakan penduduk baru Klan Clostridium Botulinium, rupa dan bentuk yang berbeda dengan penduduk Klan Clostridium Botulinium tidak menyurutkan rasa percaya dirinya untuk menjadi seorang pemimpin klan yang baru.

“Sepertinya di sini ada yang ingin menggantikan Pimpinan Klan yang tengah menghilang?”

“Maaf, Nona Fragaria aku lupa memberitahumu. Salah satu polemik Klan Clostridium Botulinium adalah desakan rakyatnya untuk segera mendapatkan pemimpin Klan! Karena itu tugas Nona adalah memata-matai mereka yang mengajukan diri sebagai pengganti Pemimpin Klan Clostridium Botulinium!”

“Baik Tuan Lei!” Fragaria menutup alat komunikasinya dengan Tuan Lei. Fragaria melanjutkan perjalanannya mengelilingi Klan Clostridium Botulinium, dia memperbesar teropong ajaib yang dia ambil dari kotak yang diberikan oleh Tuan Lei.

Nampak sesosok di tempat yang berbeda, diketahui dia adalah Tuan Luxio seorang penduduk asli dari Klan Clostridium Botulinium, ayahnya seorang mantan pemimpin Klan Clostridium Botulinium. Namun, banyak yang menganggapnya dia tak mampu menyaingi kemampuan ayahnya dalam memimpin Klan. Dipandang sebelah mata tetap tidak menyurutkan langkahnya. Ada yang mengatakan dia berada digerbang ambisi kekuasaan turun-temurun tapi dia tetap melenggang.

Fragaria memutuskan untuk mendarat− menelusuri jaring-jaring lengket di sepanjang tembok pembatas rumah-rumah penduduk Klan. Sampai di batas Klan Clostridium Botulinium, dia terhenti. Dia mengikuti seorang penduduk Klan Clostridium Botulinium dengan gerak-geriknya yang cukup mencurigakan sedang memasuki sebuah liang di daerah perbatasan Klan.

“Rakyat kita semakin memperihatinkan, Tuan! Propoganda mereka semakin menjadi. Sampai kapan kita berada di sini?” Sosok yang diikuti oleh Fragaria terlihat berbicara dengan seseorang dengan pakaian beratribut lengkap; nampak seperti seorang petinggi.

“Aku percaya bahwa Lei akan binasa karena kekejamannya terhadapku. Saat ini yang bisa menyelamatkanku hanya mereka; rakyatku. Ketika mereka tidak memutuskan apapun dan tetap yakin padaku maka saat itu pula aku akan menemui mereka. Jika mereka mengikuti alur yang diciptakan Lei maka saat itu pula mungkin aku telah kalah. Tapi aku yakin bahwa cahaya tidak pernah ditenggelamkan kelamnya gulita” Sosok yang nampak seperti seorang yang memangku jabatan tertentu dalam pemeritahan itu terdengar menyebut Tuan Lei, Fragria bergegas mengambil alat komunikasinya untuk menghubungi Tuan Lei.

Mendengar hal tersebut Tuan Lei terdengar sangat bersemangat. Menurut penjelasan Tuan Lei, sosok yang ditemukan Fragaria adalah sosok yang selama ini dicari oleh Departemen Rahasia karena telah megacaukan Klan Clostridium Botulinium. Saat Fragaria tengah serius bercerita dengan Tuan Lei dengan alat komunikasinya. Tiba-tiba seseorang memukul tubuhnya yang berada dalam bentuk basil. Tanpa ampun, benda tumpul melayang menghantam dirinya berkali-kali hingga dia tak sadarkan diri.

“Kau mata-mata Lei?” Teriak sosok yang ada di depan Fragaria. Sosok itu ternyata adalah seseorang yang diikuti olehnya tadi. Tubuh Fragaria tidak dapat bergerak karena lilitan serupa akar yang merambat pada tubuhnya.

“Aku hanya membantu Tuan Lei!” Fragaria semakin ketakutan.

“Lei itu biadab. Kau lihat dia?” Sosok itu menunjuk seseorang yang serupa dirinya; sosok beratribut lengkap yang tadi dilihatnya. “Sekarang dia harus mengasingkan diri dari rumah, hak dan kewajibannya karena Lei. Lalu kau bilang membantu makhluk terkutuk itu?” Suara sosok basil itu semakin meninggi.

“Maksudnya? Sungguh ,aku tak tahu apapun tentang kalian. Aku hanya punya niat baik untuk kelangsungan hidup Klan kalian.” Fragaria kebingungan dan semakin merasa bahwa hidupnya kian terancam.

“Tapi sayangnya Lei tidak punya niat yang baik untuk itu semua!” Tiba-tiba sosok basil serupa petinggi Klan itu menyahut.

“Nona, sekarang sebaiknya kau berkata jujur! Para pengikut Lei adalah makhluk yang licik”

“Aku tidak mengerti!” Fragaria berteriak dengan emosional karena merasa semakin kebingugan.

“Sebaiknya kau ceritakan semuanya, jika tidak kami akan melakukan hal buruk padamu!” Pendamping sosok beratribut lengkap itu mulai mengancam Fragaria.

“Kau siapa? Apa yang harus kukatakan padamu dengan jujur? Aku tidak mengerti.”

“Aku adalah Remil, Pemimpin Tertinggi dari Klan Clostridium Botulinium. Sekarang kau katakan, apa rencana Lei sehingga dia mengutusmu kemari?”

“Kurang ajar kau Fragaria!” Tiba-tiba Tuan Lei muncul dari permukaan liang dengan teriakan lantang saat Fragaria belum sempat menjawab pertanyaan Remil.

Pendamping Remil menahan Lei dengan serangan bertubi-tubi. Pengikut Lei mengepung Fragaria dan Remil, sebagian lagi menahan pendamping Remil yang seorang diri menyerang tuan Lei.

“Hentikan!” Teriak Lei kembali untuk menghentikan aktivitas adu fisik. “Remil, kau betul-betul pengecut? Mengapa kau lari? Aku sudah mengatakan bahwa kau tak punya pilihan tapi kau harus memutuskan!”

“Kau sungguh licik dan ambisius Lei!” Remil mengecam Tuan Lei.

“Aku tak sejahat yang kau pikir Remil!” Elak Tuan Lei.

“Aku pun tak akan menjual rakyatku untuk kebengisanmu yang gila karena materi dan kuasa!” Tuan Remil mendekat pada Tuan Lei dengan setengah berteriak.

“Dan kau nona, apa yang kau lakukan di tempat ini? Ternyata kau cukup mahir melampaui batasmu” Tuan Lei mengarahkan pembicaraannya pada Fragraria.

“Bukankah Tuan Lei?..” Fragaria serasa sesak menyaksikan apa yang ada di depan matanya. Belum sempat dia melanjutkan perkataannya, Lei menghantam Remil dan pendampingnya hingga terhempas dan dengan beringas mendekati Fragaria dengan ujung serupa belati yang dilayangkan padanya.

Fragaria berteriak histeris dengan mata yang enggan terbuka tapi tangisnya yang membuncah sambil menggenggam ujung mikroskopnya−setengah meremas benda yang tak akan bisa hancur hanya dengan remasan; kawanan berbaju putih mengerubunginya, salah seorang dari mereka menawarkan segelas air putih. Fragaria meneguk air itu dan membuka matanya; dilihatnya sosok serupa basil raksasa tersenyum padanya di antara kawanan berbaju putih−kembali membuat tubuhnya melemas, mata bergerak mengatup dengan penglihatan yang menghitam.*

Ilustrasi: http://moskuito.deviantart.com/art/Landscapes-part-four-Land-Of-Giants-422227004

Naf M. Dira

Seorang penggembira di tim hore dunia anak-anak. Perempuan yang menyukai bau pepohonan lembab dan gemar bertualang di samudera dongeng.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *