Seluruh kampus saat ini menerapkan kuliah online sebagai alternatif pembelajaran di tengah pandemi Covid-19. UNM sendiri, Sejak 16 Maret 2020, sudah  menerapkan kuliah online. Saya sebagai mahasiswa pascasarjana UNM yang rajinnya masyaallah tentu juga akan kuliah secara daring. Sudah sebulan lebih saya mengikuti kuliah online, dan alhamdulillah ini berefek cukup besar untuk  diriku.

Orang tua saya akhirnya bisa menyaksikan kecakapan berargumen dan wawasan luas dari anak gantengnya ini. Perlu kalian tahu, Ini penting bagi reputasi saya di rumah. Selama ini orang tua saya sering bertanya tentang manfaat ratusan koleksi buku saya saat mengetahui bahwa saya meraih gelar sarjana selama tujuh tahun dan hidupku juga gini-gini aja. Mereka akhirnya tahu bahwa anak yang tak terlalu dibanggakan ini memiliki segudang potensi besar di masa depan yang tak pernah ia saksikan sebelumnya. Keren kan.

Meski sebenarnya kuliah online kadang bikin kesal. Jaringan lelet, kuota cepat habis, dan smartphone yang kadang hang-hang karena aplikasi Zoom dan Meet terlalu berat ketika beberapa teman kelasmu mengaktifkan suara dan video-nya.  Belum lagi bunyi-bunyian panci dan wajan dari rumah teman kamu, atau suara ternak dan teriakan mamak teman kamu yang minta dibelikan telur, itu mengganggu banget saat kita sedang asyik-asyiknya bertanya atau berargumen.

Tapi, ini hal penting yang ingin saya sampaikan sebenarnya. Bagi mahasiswa santuy, yang mager, ahli rebahan, nggak mau ribet, selalu ingin santai aja, kuliah online ini adalah model kuliah yang selama ini ia impikan. Ada banyak hal yang susah dilakukan dalam kuliah model konvensional, tapi bisa dilakukan oleh mahasiswa santuy saat kuliah online. Apa itu?

Kuliah sambil Rebahan

Melalui kuliah online, mahasiswa santuy bisa kuliah sambil rebahan lho. Mereka pasti tidak berani tidur-tiduran jika video dari aplikasi Zoom dan Meet diaktifkan. Karena muka habis bangun tidur yang  awut-awutan itu pasti kelihatan. Dan pastinya akan terlihat jelas ketika ia rebahan saat dosennya menjelaskan. Tapi kalau mereka tidak aktifkan videonya, dan suaranya di-mute, mereka bisa rebahan dan nggak akan ketahuan, Bro. Kalau kuliah model konvensional, rebahan di kelas sambil dosen menjelaskan tak akan mungkin bisa dilakukan oleh mahasiswa super malas. Coba aja tidur di kelas, kalau nggak dilempari spidol, pasti disuruh keluar dari kelas.

Pakai Kaos Oblong Saat Kuliah

Mahasiswa santuy yang nggak mau ribet soal pakaian, pasti sangat suka kuliah online. Mereka tak perlu lagi berdebat masalah pakaian dengan dosennya  di kelas dengan alasan kebebasan berekspresi. Mereka tak perlu lagi capek-capek mengeluarkan argumen purba yang saat ini sudah kedengaran norak  dan geli di telingaku: pakaian tak menentukan kecerdasan. Kuliah online, pakai kaos oblong pun bisa. Tapi plis, yah, jangan mentang-mentang diberikan sedikit keleluasaan, tapi kamu malah telanjang dada dan cuma pakai handuk. Apalagi cewek-ceweknya cuma pakai daster doang sampai bulu keteknya kelihatan, jangan.

Coba bayangkan, dosen kita aja, biar kuliah online tetap pakai kemeja, pakai bedak dan lipstik biar kelihatan segar dan rapi. Masa you cuma pakai mukena dan dasteran? Kalau yang cowoknya, okelah, you dibolehkan pakai kaos. Tapi plis yah, mandi dan gogok gigilah sebelum kuliah dimulai, jangan lupa boker. Kan nggak lucu ketika dalam diskusi kelompok, kamu sementara menjelaskan, lantas suara kentutmu kedengaran gegara belum boker.

Ngopi dan Merokok Sambil Kuliah

Kapan lagi kamu, wahai mahasiswa santuy, bisa kuliah sambil ngopi. Bisa merokok, lagi. Kalian tinggal nonaktifkan video dari aplikasi Zoom dan Meet, kamu bisa mendengarkan penjelasan dosenmu sambil ngopi dan merokok, jangan lupa siapkan pisang gorengnya. Para pecandu rokok pasti senang nih. Karena kalau kuliah konvensional, para perokok ini harus izin ke toilet dulu baru bisa merokok di luar kelas. Itu pun mereka akan ketinggalan materi dari dosennya. Karena dikit-dikit izin lagi, dikit-dikit izin lagi, hanya karena mau merokok. Nah, kalau kuliah online kalian tak perlu takut ketinggalan materi hanya karena ingin izin ke toilet untuk merokok.

Pura-Pura Jaringan Lelet Biar Nggak Masuk Kuliah

Biasanya mahasiswa santuy adalah mereka yang paling malas masuk kuliah. Mereka punya ritme kehidupan yang unik: malam main game, atau main domino, atau nonton drakor, atau nonton bokep, atau apa saja yang bisa dilakukannya untuk sekadar santai, yang jelasnya mereka akan begadang sampai subuh. Setelah itu baru tidur sampai sore. Tentu mereka akan kesulitan masuk kuliah jika pembelajaran dilakukan pagi dan siang.

Mahasiswa santuy juga lebih memilih rebahan di kosannya daripada capek-capek pergi kuliah. Intinya, mereka adalah jenis mahasiswa yang malas masuk kuliah. Masalahnya, mereka agak kesulitan izin tidak masuk kuliah jika tak bisa meyakinkan dosennya kalau mereka benar-benar layak diberi izin. Tapi kalau melalui kuliah online, mereka bisa mendapatkan pemakluman untuk izin tidak masuk kelas jika mereka mengeluhkan jaringannya yang lelet.

Mereka akan mengadu ke ketua tingkatnya, “Maaf, Keti, tolong saya diizinkan karena saya tidak bisa ikut kuliah online karena jaringan di kampung lagi tidak bagus.” Karena para dosen sadar jika salah satu kelemahan kuliah online adalah problem jaringan, pasti mereka bisa memaklumi mahasiswanya yang tidak bisa masuk kuliah karena jaringannya yang jelek. Padahal sebenarnya itu akal-akalan mereka saja biar bisa melanjutkan rebahannya di masa isolasi diri di rumah.

Kalian bisa tambahkan sendiri selain tiga hal di atas. Yang jelasnya masih banyak lagi yang bisa dilakukan oleh mahasiswa santuy, yang selama ini tak bisa dilakukan melalui kuliah konvensional. Jika saya ditanya, apakah saya pernah melakukan tiga hal di atas? Jawabannya, rahasia. Biar saya dan Allah yang tahu. Yang jelasnya saya sangat rajin masuk kuliah. Wajib ini. 6,7 juta SPP-nya Bro. Kalau malas-malasan, duit habis cuma bayar uang kuliah doang. Nggak nikah-nikah saya kalau begini.

Gambar: https://www.thoughtco.com/lay-and-lie-1692755

ditulis oleh

Muhajir MA

Praktisi media. Peminat filsafat dan ilmu humaniora. Ketua Komisi Intelektual dan Peradaban PB HMI MPO