Kalaliterasi

(Kelas Literasi Paradigma Institute)

Segelas Lupa dan Puisi Lainnya

Sunyi di Seluruh Tubuhku

Telah menjalar

Kekosongan di kota ini

Menggeledah hingga bumbungan rumah

Tempat para ayah mengibarkan marwah keluarga

Telah merambat

Gelap di kota ini

Mengisi teko dan cangkir kosong

Tempat para ibu menyembunyikan penyesalan

Di pintu telah menunggu sebuah perahu

Yang akan membawamu

Meninggalkan kota ini

Di jalan-jalan orang memejamkan matanya

Mencari yang taka da di hidup yang nyata

Menggapai yang tak bisa digapai

Telah menular

Sunyi ke seluruh tubuhmu

Yatim di tepi danau waktu

Di sepotong rembulan dan perahu

***

Selai

Dari mana selai ini berasal

Katamu ia dibuat dari ragu yang dikentalkan

Di atas wajan waktu

Dan tungku yang pernah memanggang leluhurmu

Manisnya selai ini

Diserut dari tebu yang tumbuh di ladang pembantaian

Disaring pada malam paling gelap

Saat hantu-hantu menyilang namamu

Hiduplah dari menjual selai ini

Dan toko-toko yang menolaknya akan binasa

Dituang dari cawan paling panas

Di jagat raya

***

Segelas Lupa

Berbaris-baris kecemasan

Dan kesedihanku tak lagi berfungsi

Segelas lupa telah kutenggak

Gugup dan gundah bergantian

Jatah koperku berisi duri di jendela

Dari jembatan yang jauh api menjilat-jilat

Kujinjing pergi

Menjinakkan jiwaku

Betapa jitu bidikanmu

Di jantungku

Jaring-jaringmu pun sudah

Menjeratku di jalan ini

***

Orang-orang Itu

Orang-orang yang membosankan

Memelukku berulang kali

Sudah waktunya aku berjalan-jalan

Melupakan ribuan pelukan

Saku bajuku telah kosong akan namamu

Orang-orang yang kebingungan

Memelukku mala mini

Aku bertanya-tanya

Kenapa aku membiarkannya

Rupanya aku telah lama kesepian

Di sampingmu

Selama ini

Aku sendirian

Mengantongi bayanganmu


Sumber gembar: Pinterest

The following two tabs change content below.

Saharuddin Ronrong

Saharuddin Ronrong asal Makassar, lahir 19 September, bekerja sebagai staf kurikulum di Sekolah Islam Athirah. Facebook: Didin Daeng Ronrong. Telah menerbitkan novel berjudul Pulang Kampung (2012), dan kumpulan cerpen Lebaran Mayat (2018).

Latest posts by Saharuddin Ronrong (see all)