Semua tulisan dari Agusliadi

Mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Bantaeng. Kini, menjabat sebagai salah seorang Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantaeng

Spirit Literasi, Flashdisk, dan Narasi Kehidupan

Setelah kegiatan bedah buku Pesona Sari Diri, karya Sulhan Yusuf (saya sering memanggilnya Kak Sul) di Desa Bonto Jai, Kecamatan Bissappu, Bantaeng, yang melibatkan saya selaku pembedah, saya menemukan muara, sebagai refleksi dari karya yang cukup gurih, enak, sangat inspiratif, dan filosofis. Bermuara minimal pada diksi “spirit literasi”, “flashdisk” dan “narasi kehidupan”.

Pesona Sari Diri sebagai anak ruhani Sulhan Yusuf, yang kurang lebih 529 halaman, terbagi menjadi empat bagian, merupakan “narasi kehidupan”, yang lahir dari hubungan intim dari “spirit literasi”. Pesona Sari Diri sebagai buah dari proses eksternalisasi, menghabiskan durasi rentang waktu kurang lebih 3 tahun, sebentuk  refleksi atas fenomena, pergulatan, dan pergumulan dinamika kehidupan yang mengitari, mengiringi keseharian Sulhan Yusuf. read more

Demokrasi dan Runtuhnya Nalar Kebangsaan

Demokrasi sebagai sebuah sistem pemerintahan, mengikrarkan diri bahwa kedaulatan, pemegang kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat. Sebagaimana Francis Fukuyama meyakini bahwa demokrasi adalah sebuah sistem yang terbaik. Selain daripada itu demokrasi sebagai reaksi terhadap perlakuan buruk sistem monarki dan otoriter (Andi Faisal Bakti, 2012:2)

Demokrasi sebagai sebuah sistem yang menjadi sistem pemerintahan di Indonesia menghadapi berbagai dialektika intelektual, sosial dan syahwat liar elit politik. Selama orde baru, Pemilu sebagai instrumen demokrasi secara prosedural berjalan lancar namun sikap otoriter rezim penguasa ketika itu, rakyat sulit merasakan dan mewujudkan – seperti apa yang dideskripsikan oleh Plato sebagai basis psikologis dan spritualitas – thumos yang menjadi akar dari demokrasi itu sendiri. read more