Semua tulisan dari Aii Avicenna

Penulis bernama asli Zulkarnain. Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Timur. Menggeluti kajian filsafat dan psikologi di Komunitas Pojok Bunker. Senang membaca buku terbalik. Masih memegang teguh prinsip "tak ada pacar, kakak-adik pun jadi".

Mengakhiri Prasangka dan Fanatisme Agama: Ikhtiar Telaah Psikologi Gordon Allport

Beberapa bulan terakhir, kita sama-sama menyaksikan fenomena keagamaan di Indonesia yang makin lama makin panas. Hal ini tak lepas dari adanya sikap memosisikan keyakinan kelompok agama sebagai satu-satunya nilai yang paling benar di atas segalanya. Artinya, nilai-nilai yang berada di luar keyakinan kelompok agamanya pasti salah. Maka secara sederhana, fanatisme agama merupakan sikap tak terbuka pada pandangan yang tak seiman dan congkak merasa paling benar.

Pada konteks epistemik fanatisme agama, ruang-ruang dialogis komparatif yang mengusung tema-tema lintas iman dan mazhab jarang kita jumpai. Seperti dibilangkan Muhajir MA dalam esainya Memulai Epistemologi Berdialog, Menyudahi Fanatisme; Upaya Mendekati Nalar Lintas Disiplin, bahwa permasalahannya terletak pada tertutupnya pengetahuan lain sebagai pertimbangan alternatif menilai kenyataan, akibat absolutisme yang berlebihan. Jadi dengan kata lain, fanatisme agama tak mengandaikan pertukaran pemikiran, dialog interaktif dan analisis kritis perbandingan agama dan mazhab. Akibatnya, pemeluk agama yang fanatik cenderung menjadi kolot. Namun tak jarang juga pemeluk agama yang fanatik menjadi buas dan beringas. Apa pasal? Ya itu tadi, minus akal. read more