Semua tulisan dari Asran Salam

Petani yang senang menulis. Redaktur Kalaliterasi Paradigma Institute Makassar. Pegiat di Komunitas Simpul Peradaban Palopo.

Gerakan Literasi Minus Literasi

Gerakan literasi sejatinya bukan hanya tentang menulis dan membaca. Namun ia bisa dibilang hal yang paling elementer dari literasi. Membaca dan menulis memiliki beberapa maqam. Pertama ia adalah penuntasan buta aksara. Ini level rendah dari literasi. Kedua membaca dan menulis karena tuntutan profesi. Yang ini bisa dikatakan karena kerjaan yang menuntutnya. Ketiga karena kebutuhan jiwa. Inilah maqam tertinggi.

Pada tingkatan ketiga inilah, membaca dan menulis memiliki posisi yang vital pada manusia. Kira-kira pada level ketiga ini, memiliki relevansi seruan iqra dalam al-Quran. Membaca adalah asupan untuk jiwa agar kaya nutrisi. Sedangkan menulis upaya untuk berbagi nutrisi kepada jiwa yang lain. Pada level ketiga ini, membaca dan menulis adalah upaya menemukan diri. Upaya memahami diri dan orang lain. read more

Puisi

Aku sungguh melihat
Sang Kebenaran
Dalam realitas-realitas
Dalam nama-nama
Aku tidak melihat semuanya
Kecuali Aku

–Ibnu Arabi–

Puisi punya sejarah panjang. Di Sumeria (Mesopotamia—Irak) milenium ke-3 SM sebuah epos gilgamesh disinyalir sebagai puisi pertama. Ia ditulis dalam bentuk baji dan tablet tanah liat. Kemudian papirus ditemukan, di sana syair-syair indah dituliskan selanjutnya.

Epos gilgamesh, syair-syairnya tidak menceritakan ihwal romantika manusia. Bait-baitnya, menguraikan asa persahabatan antara Gilgamesh dan Enkidu. Enkidu, sosok ciptaan dewa-dewa. Alam liar adalah kehidupannya. Ia tercipta menjadi penanding Gilgamesh yang semena-mena pada orang kecil. Enkidu adalah titisan langit untuk melawan penindasan Gilgamesh. Namun perjalanannya, mereka bersahabat dan melakukan banyak penaklukan. Dewa marah, Enkidu dihukum mati. read more

Sains

Kali ini saya membaca Steven Pinker, setelah sebelumnya saya membaca Yuval Noah Harari. Ada benang merah yang mereka bicarakan yakni laju kehidupan, perkembangan sains dan teknologi. Kedua-duanya melihat, bahwa dalam kehidupan kita sudah banyak terselesaikan karena sains dan teknologi. Segala kesulitan hidup manusia, sains dan teknologi hadir sebagai solusi.

Khususnya Steven Pinker, ia tampil menjadi orator ulung dalam membela kemajuan sains. Dan mengutuk setiap orang yang pesimis pada kemajuan ini. Baginya, jalan ini sudah benar dan sudah terbukti menyelamatkan kita. Benar di dunia masih ada kekacauan tapi statistik menunjukkan penurunan setiap tahun dan abadnya. Kita perlu optimis atas pencapaian nalar, sains dan humanisme serta kemajuan yang ada. read more

Narasi Cinta dan Puisi-puisi Lainnya

Narasi Cinta (1)

Aku menikmati cinta yang sunyi
Tanpa kata
tanpa kalimat

Aku menikmati cinta
yang hening
tanpa suara
tanpa nada

Cinta kubiarkan tumbuh di selasar ruang sepi

Mengamati setiap inci dirimu
Memikatmu dengan laku

Etah engkau bagaimana
Tapi tatapmu punya isyarat
Senyummu mengandung sajak-sajak rindu

Ataukah ini hanya tafsirku
Yang pasti
di sini ada cinta yang memilihmu
sedang beranjak
bergegas menujuhmu

Narasi Cinta (2)

Aku tahu mencintaimu memiliki konsekuensi begitu berat

Ada terjal
Ada pengasiangan
Ada kutuk tak berakhir read more

Waktu dan Puisi-puisi Lainnya

Waktu

Pada saat waktu akan wicara
tentang keheningan

Ada refleksi yang silau tentangmu

Ada ingatan yang berlarian
berkejaran menapaki lekuk-lekuk kenangan

Pada saat waktu bertutur
Aku melihat huruf-huruf tentang jarak

Pada saat waktu bersajak
ada bait-bait lirih hidup tanpamu

Di sela-sela kata sajak waktu
ada huruf-huruf kesedihan yang terurai bila tak ada namamu ikut serta

Aku di sini selalu menanti waktu
Datang memberiku
larik-larik berbeda

Mengajakku menghayati duniamu
tanpa jeda
Tanpa ada yang lalu
kini
dan
akan datang read more

Teknologi, Hoax dan Perlawanan Literasi

Kita tahu bersama, manusia telah berjalan melawati puluhan juta tahun untuk sampai di era sekarang. Sudah banyak yang pergi dan datang. Kita juga tahu bersama,bahwa pada puluhan juta tahun yang lalu, manusia pernah hidup dengan berkoloni dan berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Manusia kala itu, memiliki pengetahuan yang kompleks dan holistik tentang alam semesta. Literasinya tidak pada lembaran-lembaran buku. Tapi pada alam semesta yang penuh misteri. Manusia purba demikian para antropolog menamainya hidup damai bersama alam semesta. Mereka mengambil seadanya dari alam, sekadar untuk hidup. Nalar mereka adalah nalar kebutuhan bukan keserakahan. read more

MIWF Mencari Definisi

Di abad sebelum masehi, puisi dan seni pernah dianggap minor. Dipandang sesuatu yang tidak mampu mengungkapkan realitas. Ilmu yang tak cukup menyampaikan kebenaran secara bulat dan utuh. Seni dan sastra (puisi) terlalu penuh metaforis, sedangkan kebenaran dan realitas harus diungkapkan secara gamblang. Sehingga satu-satunya yang paling absah menyingkap kebenaran adalah filsafat. Satu-satunya ilmu yang menampilkan realitas dengan jernih, vulgar, dan jelas yakni filsafat. Di era sebelum masehi ini, Platon merupakan filosof yang terdepan berpendapat demikian. Platon menjadikan filsafat sebagai narasi tunggal ihwal penyingkapan dan pengungkapan realitas. Platon secara tidak langsung mencipta tragedi bagi sastra (puisi) dan seni. Meminggirkannya pada sudut yang tak berarti apa-apa bagi kebenaran. Selain hanya untuk ekspresi subyektif semata. read more

Mahasiswa Kini

“Hidup adalah soal keberanian menghadapi yang tanda tanya,

tanpa kita mengerti, tanpa bisa kita menawar.

Terimalah dan hadapilah”

“Tetapi kenang-kenangan demonstrasi akan tetap hidup.

Dia batu tapal daripada perjuangan mahasiswa Indonesia,

batu tapal dalam revolusi Indonesia dan batu tapal dalam sejarah Indonesia.

Karena yang dibelanya adalah keadilan dan kejujuran”

—Soe Hok Gie—

Apa definisi mahasiswa? Sebuah tanya yang tak mudah kita menemukan jawaban yang pasti tentangnya. Kecuali jika mengacu pada jawaban normatif dari undang-undang bahwa ia adalah seseorang yang terdaftar di salah satu perguruan tinggi dan mengikuti semester berjalan. Mungkin kerumitan menemukan jawaban tentang apa itu mahasiswa saat ini, tidak lepas dari fenomena mahasiswa itu sendiri. Barangkali karena kita membandingkan mahasiswa sekarang dengan mahasiswa yang dulu semisal Tan Malaka, Syahrir, Hatta, dan Soekarno dll. read more

KH. Ahmad Dahlan dan Semesta Akal

Seribu sembilan ratus sembilan puluh delapan, sekitar seratus kilometer dari pusat kota kabupaten. Di tenggara Sulawesi, pada sebuah desa di pesisir pantai. Sekolah yang berdinding papan berlantai seadanya dengan deretan bangku serta meja yang terbuat dari kayu. Madrasah Tsanawiyah Al-Ikhlas jelas papan nama tertera di pintu sekolah. Di sanalah saya bersekolah. Saat saya menginjakkan kaki di kelas tiga, pada malam yang tak ramai, sebuah acara sedang dibuka. Acara itu adalah Training Melati tingkat satu (TM I) Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM—sekarang IPM). Di deretan bangku serta meja yang ada, duduk sekitar 40 anak remaja. Saya salah satu dari sekian anak remaja itu. read more

Cuap-Cuap Perihal Ideologi

Ideologi adalah konsep yang kompleks dalam artian tidak memiliki definisi yang tunggal. Jumlah definisi ideologi tergantung tokoh yang mengkajinya. Bagus Takwin dalam Akar-Akar Ideologi, mendaku bahwa ada tiga kategori dan pendekatan yang dapat digunakan untuk melihat dan memahami ideologi: Pertama, pendekatan aliran yakni ideologi dicermati berdasarkan asumsi dari mana manusia mendapatkan pengetahuan. Dari pendekatan ini pula, maka ideologi dipandang dari segi positif dan negatif. Kedua, pendekatan yang dilihat aspek psikologis yang menjadi ranah (domain) ideologi. Ketiga, pendekatan kronologi yaitu melihat urutan waktu lalu membandingkanya dengan konsep ideologi yang lahir dalam waktu tertentu. read more