Semua tulisan dari Ilyas Ibrahim Husain

Ilyas Ibrahim Husain, adalah nama pena dari Adil Akbar. Lulusan S1 Pendidikan Sejarah UNM dan S2 Program Pascasarjana UNM pada Prodi IPS Konsentrasi Pendidikan Sejarah. Pernah mengajar di SMAN 1 GOWA dan kini sebagai seorang pengajar di SMAN 3 MAKASSAR

Lamaran Pertama

Makassaar 21 Mei tahun 1999, kala itu Alan, suamiku, baru berumur 26 tahun, lelaki kelahiran 1973 itu datang ke rumahku membawa hantaran bersama keluarga besarnya. Kami menyambutnya dengan tangan terbuka nan hangat. Papa dan Mamaku mempersilakan ayah dan ibu Alan untuk memasuki ruang tamu, sedangkan Alan hanya duduk di teras rumah. Ia, Alan, nampak gagah dengan balutan kemeja putihnya.

***

Gadis yang kulamar itu bernama Fadilah Triana, ia putri semata wayang dari Pak M. Fahmi Samsu dan Ibu Natasya Nurul Zahira. Kedua orang tuanya dahulu dikenal sebagai orang yang cukup berada, maklum mereka punya usaha jual beli emas, akan tetapi peristiwa krisis ekonomi tahun 1998 dan penjarahan yang terjadi di ibukota membuat keluarga kaya itu terpuruk dan jatuh miskin. Untunglah saat itu Fadilah masih menyimpan satu stel emas—sebagai hadiah perayaan kelulusan sarjananya—untuk dijadikan modal membangun keluarganya kembali. Mereka pun bertolak ke Makassar untuk memulai kehidupan yang baru. read more

Lamaran Kedua

Tak seorang pun mengerti jalan pikiranku, termasuk ayah, ibu, bahkan sahabat-sahabatku. Seorang gadis yang baru lulus SMA menikah dengan lelaki yang umurnya lebih dari kepala empat. Lelaki yang bisa dikatakan lebih pantas menjadi seorang ayah ketimbang menjadi seorang suami.

***

Kamarku yang biasa sejuk kini begitu gerah, lantaran sahabat-sahabatku menjejali setiap sudut kamarku. Mereka serempak menyerangku dengan berbagai tanya, tentang keputusanku menerima pinangan Mas Alan Darma Saputra, lelaki berusia 46 tahun. read more

Pada Bulan April 1946

Apa yang istimewa di bulan April? Setidaknya setiap bulan April akan diperingati hari Kartini, yang jatuh pada tanggal 21 April. Terus apa lagi yang istimewa di bulan April? Perhelatan pemilihan umum, setidaknya sejak tahun 2009, 2014, dan terakhir pemilihan umum serantak untuk Pilpres dan Pileg 2019. Untuk terakhir masyarakat Indonesia telah mengetahui siapa yang memenangi kontestasi Pilpres, setidaknya versi hitung cepat (seyogyanya kedua paslon bersabar menunggu hasil resmi dari KPU).

Selain yang telah saya sebutkan sebelumnya, bulan April juga ternyata memiliki cerita tersendiri bagi Kerajaan Gowa, hal itu saya dapatkan ketika membaca : Khasanah Arsip Pemda Gowa Nomor Register 12 Tentang Programma Pelantikan Raja Gowa milik Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang beralamatkan di Jalan Perintis Kemerdekaan KM. 12. read more

Di Balik Hari Jadi Bone yang Ke-689

6 April 2019, Kabupaten Bone memperingati hari jadinya—sebagai hari jadi Bone—yang ke 689 tahun. Usia yang teramat tua dan teramat matang, jika kita menarik mundur maka daerah ini “lahir” pada tahun 1330. Jikalau demikian, maka timbul suatu pertanyaan! Mengapa tanggal “6” bulan “April” dan tahun “1330” dijadikan sebagai patokannya?

Dipilihnya tanggal, bulan, dan tahun tersebut bukanlah tanpa sebuah alasan, tanggal 6 bulan April merupakan hari dilantiknya Lapatau Matanna Tikka MatinroE ri Nagauleng sebagai Raja Bone XVI. Raja Bone tersebut merupakan kemenakan tersayang dari sosok legend bagi masyarakat Bone dan bagi orang Bugis pada umumnya, yakni Latenri Tatta Datu Mario Arung Palakka MatinroE ri Bontoala Raja Bone XV[1] sedangkan  tahun 1330 merupakan tahun awal memerintahnya Raja Bone I yang bernama MatasilompoE MannurungngE ri Matajang. read more

Pada Tempo Doeloe, Padoeka Toean Djuga Menenggak Minoeman Keras

Sudah hampir dua pekan saya menghabiskan waktu di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang beralamtakan di Jalan Perintis Kemerdekaan KM. 14. Musabab saya sering ke tempat tersebut tak lain dan tak bukan dikarenakan riset tesis, yah! Saya sedang menyusun tesis berjudul “Jaringan Pelayaran dan Perdagangan Komoditas Beras di Sulawesi Selatan pada Tahun 1946-1950” dan untuk mengungkap peristiwa sejarah di kisaran tersebut tak lain dan tak bukan saya harus “membongkar” arsip-arsip yang berkenaan dengan riset saya.Tapi, bukan masalah tesis saya yang ingin disinggung dalam tulisan ini, melainkan perjumpaan saya dengan Muhammad Awal. read more

Menegok Sejenak Sebuah Kisah Awal dari Pembangunan Bendungan Bili-Bili

Sudah beberapa hari ini nama Bendungan Bili-Bili begitu tenarnya. Musababnya stasiun televisi swasta nasional menguritkan bencana banjir yang melanda Sulawesi Selatan yang di mana salah satu penyebabnya adalah meluapnya air di Bendungan Bili-Bili, sehingga pintu bendungan terpaksa dibuka dan membuat arus dan volume air meningkat di sepanjang Daerah Aliaran Sungai Je’ne Berang.

Selain itu curah hujan yang begitu derasnya—sedari 21 Januari hingga 23 Januari 2019—mengguyur Sulawesi Selatan memperparah banjir yang terjadi di Kabupaten Gowa, Kabupaten Takalar, Kabupaten Je’ne Ponto, Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkep, dan Kota Makassar. Salah satu daerah yang paling parah terkena dampak adalah Kabupaten Gowa. read more

Sebongkah Kisah di Bulan Desember yang Basah

Di kedai kopi ini kulihat butiran hujan sedang bercumbu dengan jendela dan sejenak kemudian ingatanku terbayang olehnya.

***

Ingatanku kembali ke masa itu, kala saya jatuh hati pada seorang gadis pemilik senyuman yang indah, seindah mentari pagi yang terbit di celah bukit hijau nun ufuk timur sana. Pertama jumpa padanya saat kongkow-kongkow di kedai kopi langganan, kala itu ia mengenakan sweter hitam dipadupadankan dengan celana jeans tiga perempat dan sepatu kets. Gadis itu sedang asyik-masyuk duduk di dekat jendela dan menikmati secangkir cappuccino. read more

Lamuru: Riwayatmu Dulu, Riwayatmu Kini

Lamuru dapat saya katakan sebagai kerajaan yang tenggelam!

-Ahmadi, Juru Rawat Situs Kompleks Makam Raja-Raja Lamuru-

17 Oktober 2018, kala itu senja telah menyapa Kecamatan Lamuru—salah satu kecamatan yang terdapat di Kabupaten Bone—keheningan sejenak mendekap tempat tersebut, angin berhembus pelan, sejauh mata memandang, hanya ada hamparan rerumputan hijau yang dinaungi sebatang pohon yang teramat besar. Tak jauh dari tempat tersebut, dengan jarak selemparan batu membentang makam yang menghadap dari arah utara ke selatan dan berjejer dari barat ke timur. Jejeran makam itulah yang dikenal sebagai kompleks pemakamam Raja-Raja Lamuru. read more

Malam yang Panjang di Kedai Kopi

Di dalam kedai kopi ini saya sedang asyik menunggu seseorang. Tidak hanya menunggu, sebenarnya saya sedang mencoba membunuh sebuah kenangan yang pernah bersemi di dalam hati. Saya harus membunuh kenangan itu, agar kehidupan yang akan kujalani berjalan seperti biasanya, berjalan tanpa dihantui kenangan masa lalu.

***

Arloji yang melingkar di tanganku telah menunjukkan pukul 20.00. Itu berarti sudah setengah jam lebih saya menunggu kedatangan seorang lelaki, Riki namanya. Lelaki itu adalah seseorang yang pernah mengisi hatiku. Dahulu, di kala masih remaja, saya dan Riki menjalin kasih, tapi bukan jalinan kasih seperti biasanya, yang tiap malam minggu bisa mengadakan janji tuk merenda kasih di taman atau berkencan di bioskop. Jalinan kasih yang kulalui bersama lelaki itu ialah long distance realationsip atau hubungan jarak jauh. Yah jarak jauh! Saya berada di Sungguminasa sedang kekasihku itu berada di Bandung, the city of Paris van Java. read more