Semua tulisan dari Iven Hartiyasa Prima

Mahasiswa Universitas Mulawarman, Program Studi Hubungan Internasional. Bisa dihubungi di nomor: 085245635568.

Seputar Demokrasi: Batasan dan Kebebasan

Sering dijadikan bahan untuk brainstorming, apakah pisau itu baik atau buruk? Atau pistol, pedang, kitab suci, dsb, dsb? Saya skip saja. Anda tentu sudah familiar dengan “gojekan” semacam itu.

Begitu juga dengan internet. Medsos berserta fitur-fitur yang tersedia. Makan dan minum saja meski ia menjadi kebutuhan primer akan menjadi buruk kalau porsinya berlebihan. Kita perlu memiliki kesadaran untuk membatasi porsi makan kita. Di samping memiliki kebebasan untuk makan apa. Bahkan untuk tidak makan. Boleh jadi sedang tidak selera. Atau mungkin lagi kere. Hheu. read more

Seputar Demokrasi, Secuil Moralitas

Demokrasi adalah sebuah kebisingan. Demokrasi itu berisik. Itulah konsekuensi berdemokrasi. Anda suka atau tidak, terima atau tidak, setidaknya pahami dulu asumsi dasarnya. Agar tidak kintir dengan arusnya.

Beberapa mereka yang mengerti seluk liku demokrasi, memperoleh keuntungan. Sambil menyelam, minum air. Beberapa lainnya, meski juga piawai, memilih abstain rokok’an di gardu ronda. Sambil menyelam, minum kopi, gaplek’an, dsb, dsb. Tulisan ini membahas yang pertama. Yang kedua mohon maaf lain kali, lain waktu. Mungkin juga lain tempat. read more

Masyarakat Cerdas dan Upaya Mewujudkan Pemilu Berkualitas

Semenjak ditetapkannya pemilihan wakil rakyat dipilih secara langsung, pemilu mengalami berbagai dinamika. Baik positif maupun negatif. Masyarakat Indonesia, semakin ke sini semakin mengerti seluk liku prosesi pemilu. Demikian pun mereka yang awam, tentu memiliki pengalaman dan kesan masing-masing seputar pemilu.

Terhitung dari pilkada serentak 2017, Indonesia memasuki tahun-tahun politik (hingga pilpres 2019). Hampir tak pernah absen, media cetak dan televisi menyuguhkan berita maupun isu-isu terkait sebelum dan sesudah pemilu. Khususnya pilkada DKI, di samping statusnya sebagai ibu kota, betapa menjadi perhatian masyarakat. Bahkan mereka yang tak bermukim di wilayah DKI. Terlepas dari dinamika yang menyertainya, banyak pelajaran yang bisa diambil dari prosesi pemilu di DKI. Demi meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia kedepan tentunya. read more

Antara komunikasi dan Seorang figur publik.

Kepiawaian dalam berkomunikasi menjadi syarat mutlak bagi seorang figur publik. Bahkan pun pada level yang lebih sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Komunikasi menjadi penanda paling jelas bahwa manusia adalah makhluk sosial. Bagaimana pun cara komunikasinya.

Terkhusus bagi seorang figur publik. Kekeliruan dalam penggunaan kata dan penyusunan kalimat bisa berakibat fatal. Sebut saja kasus yang menjerat  Ahok perihal pidatonya di kepulauan seribu. Terlepas dari persoalan benar beliau menista agama atau tidak dalam hal ini ada sebagian pihak yang merasa dan karenanya mendakwa  Ahok menista agama Islam. read more

Pancasila dan Indonesia: Meneropong Titik Temunya

Setiap negara modern memiliki ideologi sebagai landasan dalam bersikap. Ideologi menjadi acuan bagi warga negara dalam melihat, menimbang, dan menilai apakah sesuatu itu kemudian terhukumi sebagai perbuatan baik ataukah buruk. Karena pada sebuah ideologi terkandung seperangkat nilai-nilai dasar yang menjadi pondasi dari kerangka berpikir penganutnya. Maka ia menentukan bagaimana bentuk dan rupa dari bangunan secara keseluruhan, apakah ia menyejahterakan atau tidak, mengayomi atau tidak, memberi rasa aman atau tidak, dan seterusnya dan sebagainya. read more