Semua tulisan dari Muhammad Ikbal

Profil Penulis Lahir di Bantaeng, 13 Agustus 1995. Ketua Karang Taruna “Sipakainga” Desa Tombolo. Kec. Gantarangkeke. Kab. Bantaeng. Guru PJOK di SDN 48 Kaloling. Aktif sebagai pustkawan di Rumah Baca Panrita Nurung dan bergabung dalam KGB (Komunitas Guru Belajar) Bantaeng. Penyuka hujan dan buku-buku sastra.

Negeri Darurat Petani

Ahad pagi yang dingin dan basah, saya masih menikmati rasa malas khas hari libur di pembaringan kala diajak Ibu mengambil kayu bakar di kebun. Demikianlah, di era serba praktis ini, Ibu di rumah masih betah memasak menggunakan kayu bakar, waima kompor gas juga tersedia di dapur. Sekali waktu saya pernah bertanya mengapa demikian, “Supaya lebih hemat nak,” jawab Ibu singkat, padat, dan jelas. Gas masih harus kita beli, sedangkan kayu sudah disediakan oleh alam secara gratis dan tak terbatas. Fikiran saya yang—katanya—dididik maju ini belum menjangkau ke sana. Ironis. read more

Libur Jangan Tidur

Pagi masih belia, dingin. Dedaunan masih basah oleh embun sisa semalam. Tatkala alarm membangunkan saya tanpa ampun. Waima masih mager (malas gerak) khas hari libur. Seperti biasa, kala akhir pekan menyata, saya selalu menghabiskan waktu di anjungan Pantai Seruni Kabupaten Bantaeng. Menikmati waktu dengan berolahraga. Joging.

Saya sepakat, tidur bukanlah cara terbaik menikmati libur. “Tidur itu candu” kata Thomas Alva Edison sang penemu yang memegang rekor 1.093 hak paten itu. Baginya, tidur terlalu lama dalam satu waktu akan membuat seseorang menjadi linglung, kehilangan waktu, vitalitas, dan peluang. read more

Catatan Seorang Guru

Kala membuat tulisan ini, saya sedang memerhatikan murid-murid yang lalu lalang di halaman sekolah. Mereka berlarian, tertawa, dan bermain. Beberapa di antaranya sibuk makan bakwan, dengan kecap dan saos kacang, di bibir mungil mereka.

Bahagia rasanya melihat pemandangan seperti ini saban harinya. Rasanya serupa memasuki lorong waktu ke masa lalu, di mana rasa bahagia begitu mudah merasuk ke dalam hati kita. Kini, di usia kita yang sekarang, bahagia seolah menjadi barang mahal yang hampir tak terbeli. Semakin hari, seiring berjalannya waktu. Defenisi kebahagian menjadi begitu rumit dan kompleks. Kita seringkali dibuat lupa, bahwa kebahagian, sejatinya bukanlah sebuah tempat di mana kita mesti berada di sana untuk bahagia, kebahagian adalah sebuah kondisi batin yang kita ciptakan. Sesederhana itu. read more

Pendidikan yang Memanusiakan

Menjelang Asar, saya terbangun dari tidur siang. Lelap. Mengecek notifikasi gawai, kemudian mencuci muka seperti biasa. Meski panas masih memanaskan ubun-ubun. Hari ini saya tetap akan menghadiri pertemuan perdana sebuah forum guru. Komunitas Guru Belajar (KGB) namanya. Komunitas lama yang telah ada di 145 daerah di Indonesia. Namun khusus di Bantaeng baru mengada setelah para penggerak beraksi. Mereka adalah rekan-rekan guru yang resah melihat situasi pendidikan kita, semakin hari nampaknya semakin maju, kemundurannya. read more

Menjadi Pahlawan dengan Melawan

10 November, Hari Pahlawan kembali mengulang harinya. Rasanya, baru kemarin kita merayakannya. Memasang status di akun media sosial kita masing-masing, supaya tidak dianggap kudet (kurang update). Sekarang, Hari Pahlawan kembali, dan perayaan serupa mesti berulang. Sepertinya, teknologi telah mengambil alih segala bentuk perayaan kita. Sebuah kedangkalan jika tak diikuti semangat belajar dan mencari tahu, sesuatu di balik dipilihnya 10 November, sebagai Hari Pahlawan.

Hari Pahlawan memang tak seramai hari peringatan lainnya. Anak sekolah pun masih kurang yang tahu. Tatkala saya bertanya tanggal 10 November itu hari apa? Mereka spontan menjawab hari Minggu. Tak salah sih, tapi sudahlah. read more

Maulid: Mencintai Nabi dengan Sederhana

Berabad-abad yang lalu, 12 Rabiul Awal, Tahun Gajah di malam Senin yang tenang, seorang manusia agung lahir di permukaan bumi.  Beliau adalah Nabi Muhammad Saw, putra tunggal dari Abdullah bin Abdul Muththalib dan Siti Aminah Az-Zuriyah binti Wahab, cucu dari Syaibah bin Hasyim atau yang lebih dikenal dengan sebutan Abdul Muthalib. Al Qur’an menggambarkan, bumi sampai bergetar hebat dan seluruh langit pada hari itu, terang dipenuhi oleh cahaya, setelah Rasulullah yang agung dilahirkan.

Dalam kitab Arahiq Al Makhtum, karangan Syeikh Syafiyyurrahman Al Mubarakfuri, dijelaskan bahwa istana Kisra Anusyirwan (Raja Persia) juga berguncang dahsyat, hingga menyebabkan 14 balkonnya roboh. Di tempat lain, api abadi yang disembah oleh kaum Majusi di Kuil pemujaan di Persia (kini Iran), juga diriwayatkan padam. read more

Saleh Ritual, Saleh Sosial

Hari ini, di penghujung petang yang sendu. Tunai sudah buku Corat-coret di Kaki Langit saya eja. Buku kedua buah fikir dari Kanda Muhammad Rajab ini berisi esai-esai yang berangkat dari hal-hal paling sederhana yang dilaluinya setiap hari, baik sebagai wakil rakyat ataupun sebagai rakyat yang diwakili, dari buku ini pula saya sedikit banyak terinspirasi ihwal pengabadian momen dan diri melalui tulisan.

Buku ini amat menarik bagi saya, apatah lagi saya adalah tipe orang yang memang menyukai buku berisi esai. Hemat saya buku esai mudah dicerna oleh orang-orang seperti saya yang kadang telmi (telat mikir)dan tidak terlalu suka berfikir hal-hal yang pelik, Hehe. Namun petuah-petuah bijak nan bajik di dalamnya tetap menjadi makanan gurih nan bergizi bagi jiwa saya yang kering ini. read more

Menulis itu Mudah

Hari itu, rasa malas dan kantuk masih menerungku di kamar tidur, dan dinginnya udara pagi seolah menggoda hasrat raga ini untuk tidur dan melanjutkan mimpi. Di sela pergulatan batin  itu, seorang tamu datang ke rumah mencari keberadaan saya. Mendengar suara tamu yang tidak asing itu, lantas bergegas ke teras rumah, dan ternyata Pak Dusun sekaligus inisiator Rumah Baca Panrita Nurung bertandang ke rumah untuk sebuah hajat. Tak lain adalah perihal perbaikan atap rumah baca kami. Percakapan berlangsung singkat dan saya diminta untuk membeli paku di toko terdekat. Saya pun bergegas menuruti permintaan beliau. read more

Anak dan Sekolah

Seperti biasa, mendung memeluk pagi dengan mesranya, menjadikan pagi yang mestinya terang berubah muram. Pagi ini saya bangun lebih cepat dari biasanya, gelap dan dinginnya subuh masih sempat saya nikmati, juga bau tanah basah sisa hujan semalam, menjadikan saya semakin khusyuk menafakuri kebesaran Tuhan.

Setelah menunaikan ibadah, saya kembali merebahkan punggung ke kasur sambil memeriksa gawai, memeriksa hasil liga Champion dini hari tadi. Pertandingan dua tim besar antara Totenham Hotspurs vs Manchester City berakhir dengan kemenangan Totenham 1-0. Menjadi berlipat kebahagian mereka, apatah lagi mereka menang di depan puluhan ribu suporternya di stadion baru mereka. read more