Semua tulisan dari Muhammad Ikbal

Lahir di Bantaeng, 13 Agustus 1995. Ketua Karang Taruna "Sipakainga" Desa Tombolo, Kec. Gantarang Keke, Kab. Bantaeng. Guru PJOK di SD Inpres Palanjong dan aktif sebagai pustakawan di Rumah Baca Panrita Nurung. Menyukai hujan di pagi hari dan buku kumpulan esai, serta puisi.

Menjadi Pahlawan dengan Melawan

10 November, Hari Pahlawan kembali mengulang harinya. Rasanya, baru kemarin kita merayakannya. Memasang status di akun media sosial kita masing-masing, supaya tidak dianggap kudet (kurang update). Sekarang, Hari Pahlawan kembali, dan perayaan serupa mesti berulang. Sepertinya, teknologi telah mengambil alih segala bentuk perayaan kita. Sebuah kedangkalan jika tak diikuti semangat belajar dan mencari tahu, sesuatu di balik dipilihnya 10 November, sebagai Hari Pahlawan.

Hari Pahlawan memang tak seramai hari peringatan lainnya. Anak sekolah pun masih kurang yang tahu. Tatkala saya bertanya tanggal 10 November itu hari apa? Mereka spontan menjawab hari Minggu. Tak salah sih, tapi sudahlah. read more

Maulid: Mencintai Nabi dengan Sederhana

Berabad-abad yang lalu, 12 Rabiul Awal, Tahun Gajah di malam Senin yang tenang, seorang manusia agung lahir di permukaan bumi.  Beliau adalah Nabi Muhammad Saw, putra tunggal dari Abdullah bin Abdul Muththalib dan Siti Aminah Az-Zuriyah binti Wahab, cucu dari Syaibah bin Hasyim atau yang lebih dikenal dengan sebutan Abdul Muthalib. Al Qur’an menggambarkan, bumi sampai bergetar hebat dan seluruh langit pada hari itu, terang dipenuhi oleh cahaya, setelah Rasulullah yang agung dilahirkan.

Dalam kitab Arahiq Al Makhtum, karangan Syeikh Syafiyyurrahman Al Mubarakfuri, dijelaskan bahwa istana Kisra Anusyirwan (Raja Persia) juga berguncang dahsyat, hingga menyebabkan 14 balkonnya roboh. Di tempat lain, api abadi yang disembah oleh kaum Majusi di Kuil pemujaan di Persia (kini Iran), juga diriwayatkan padam. read more

Saleh Ritual, Saleh Sosial

Hari ini, di penghujung petang yang sendu. Tunai sudah buku Corat-coret di Kaki Langit saya eja. Buku kedua buah fikir dari Kanda Muhammad Rajab ini berisi esai-esai yang berangkat dari hal-hal paling sederhana yang dilaluinya setiap hari, baik sebagai wakil rakyat ataupun sebagai rakyat yang diwakili, dari buku ini pula saya sedikit banyak terinspirasi ihwal pengabadian momen dan diri melalui tulisan.

Buku ini amat menarik bagi saya, apatah lagi saya adalah tipe orang yang memang menyukai buku berisi esai. Hemat saya buku esai mudah dicerna oleh orang-orang seperti saya yang kadang telmi (telat mikir)dan tidak terlalu suka berfikir hal-hal yang pelik, Hehe. Namun petuah-petuah bijak nan bajik di dalamnya tetap menjadi makanan gurih nan bergizi bagi jiwa saya yang kering ini. read more

Menulis itu Mudah

Hari itu, rasa malas dan kantuk masih menerungku di kamar tidur, dan dinginnya udara pagi seolah menggoda hasrat raga ini untuk tidur dan melanjutkan mimpi. Di sela pergulatan batin  itu, seorang tamu datang ke rumah mencari keberadaan saya. Mendengar suara tamu yang tidak asing itu, lantas bergegas ke teras rumah, dan ternyata Pak Dusun sekaligus inisiator Rumah Baca Panrita Nurung bertandang ke rumah untuk sebuah hajat. Tak lain adalah perihal perbaikan atap rumah baca kami. Percakapan berlangsung singkat dan saya diminta untuk membeli paku di toko terdekat. Saya pun bergegas menuruti permintaan beliau. read more

Anak dan Sekolah

Seperti biasa, mendung memeluk pagi dengan mesranya, menjadikan pagi yang mestinya terang berubah muram. Pagi ini saya bangun lebih cepat dari biasanya, gelap dan dinginnya subuh masih sempat saya nikmati, juga bau tanah basah sisa hujan semalam, menjadikan saya semakin khusyuk menafakuri kebesaran Tuhan.

Setelah menunaikan ibadah, saya kembali merebahkan punggung ke kasur sambil memeriksa gawai, memeriksa hasil liga Champion dini hari tadi. Pertandingan dua tim besar antara Totenham Hotspurs vs Manchester City berakhir dengan kemenangan Totenham 1-0. Menjadi berlipat kebahagian mereka, apatah lagi mereka menang di depan puluhan ribu suporternya di stadion baru mereka. read more