Semua tulisan dari Muhammad Nur Jabir

Muhammad Nur Jabir, lahir di Makassar, 21 April 1975 Pendidikan terakhir: S2 ICAS - PARAMADINA. Jabatan saat ini: Direktur Rumi Institute Jakarta. Telah menulis buku berjudul, Wahdah Al-Wujud Ibn 'Arabi dan Filsafat Wujud Mulla Shadra.

Apa dan di mana Lailatul Qadr itu Terjadi?

Sejak kecil, di hati kecil saya sering muncul pertanyaan, “sebenarnya apa yang dimaksud dengan Lailatul Qadr, suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan? Mengapa malam-malam yang saya temui di bulan ramadhan nampaknya sama saja? Bulan pun tak berubah, bentuknya tetap bulat, warnanya pun tak berubah, hampir tak ada yang istimewa sebagai penanda datangnya Lailatul Qadr? Jadi malam Lailatul Qadr itu seperti apa?”

Apalagi jika ditambah dengan kisah-kisah yang mencengangkan tentang Lailatul Qadr, semakin membuat kita penasaran tentang Lailatul Qadr. Bahkan jika ada orang yang mengalami perubahan ke arah kebaikan secara drastis di bulan ramadhan, sebagian orang akan menganggap bahwa, orang tersebut telah menerima berkah Lailatul Qadr. read more

Apa Ada Relasi antara Puasa dengan Keheningan?

Menurut Ibn Arabi, salah satu makna dari hakikat puasa adalah ‘meninggalkan’ atau ‘tidak melakukan’. Tidak melakukan makan dan tidak melakukan minum serta tidak melakukan hal-hal yang tidak diridhai oleh Ilahi saat seseorang sedang menjalani ibadah puasa. Berdasarkan hal ini, Ibn Arabi menyimpulkan, sebenarnya puasa itu bukan ‘melakukan’ (amal) namun meninggalkan atau ‘tidak melakukan’ (bukan amal).

Jadi tak heran jika Ibn Arabi menyimpulkan bahwa perbuatan ‘tidak makan’ dan ‘tidak minum’ adalah perbuatan Ilahi, bukan perbuatan hamba. Dan dari sini kita bisa memahami maksud hadits, “puasa untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan menebusnya”. read more

Bagaimana Sebenarnya Hubungan Puasa dan Lawak?

Saya selalu bertanya setiap kali memasuki bulan puasa, mengapa acara lawak menghiasi layar televisi kita setiap kali memasuki bulan puasa? Sebenarnya apa hubungan puasa dengan lawak? Apakah puasa melahirkan stres yang tinggi sehingga butuh hiburan yang menghibur? Sebab salah satu tujuan utama lawak adalah agar kita bisa tertawa riang gembira, sedangkan tujuan puasa adalah untuk sampai kepada ketakwaan. Jika demikian, apa ada hubungan antara tingkat ketakwaan dengan lawak dan kelucuan?

Suguhan lawak di layar televisi kita biasanya disiarkan menjelang buka puasa dan menjelang sahur. Saat menjelang buka puasa, kondisi tubuh kita semakin lemah. Kondisi seperti ini membuat setiap orang memilih menghabiskan waktu dengan caranya masing-masing. Dan sepertinya menyaksikan lawak di televisi masih tetap pilihan favorit. Jika tidak, tak kan marak menu perlawakan di acara pertelevisian kita. read more

Tragedi, Pengenalan Diri, dan LifeStyle

Kata orang, ada dua jenis tragedi kehidupan. Saat kita bisa meraih apa yang kita inginkan dan saat kita tak mampu meraihnya. Tidak meraih dan meraih impian adalah tragedi kehidupan. Tentu lebih mudah memaknai, tidak mampu meraih apa yang kita inginkan adalah tragedi kehidupan. Tapi mengapa saat mampu meraih impian kita menjadi bagian dari tragedi kehidupan?

Tapi coba perhatikan, saat seseorang tidak memiliki kendaraan, orang itu sangat berhasrat untuk membeli kendaraan. Kemudian saat kendaraan tersebut mampu terbeli, beberapa bulan kemudian, kendaraan tersebut menjadi suatu hal yang biasa. Kita mulai terbiasa dengan kendaraan tersebut. Seolah-olah dunia ini diciptakan dengan kebahagiaan yang sedikit dan penderitaan yang banyak. Tragedi lebih langgeng daripada kebahagiaan. Betapa manusia begitu didominasi oleh derita dan tragedi. read more

Fiksi: Salah Satu Bentuk Keindahan Kreasi Imajinasi Manusia

Tak mudah menciptakan kisah yang menarik. Kisah yang memberikan gelora. Melambungkan imajinasi kita untuk menemukan makna-makna yang ada dibaliknya. Melantunkan kisah dalam bahasa fiksi, bisa dianggap sebagai satu anugerah yang tak hadir di dalam setiap insan. Padahal salah satu fakultas yang dimiliki manusia disebut dengan ‘creative imagination’. Melalui fakultas ini manusia bisa merangkai suatu kisah yang tak pernah terjadi sama sekali di dunia ini.

Berkat fakultas ‘creative imagination’ ini, manusia bisa menciptakan suatu keindahan di dalam imajinasi. Dan hasil kreasinya bisa diekspresikan dalam bentuk roman, novel, cerpen, bahkan film. Alam imajinasi lebih luas dari alam yang kita huni sekarang ini. read more

Bagaimana Jika Setiap Saat Krisis Melanda Kita?

Ada beberapa makna krisis dalam kamus bahasa Indonesia, selain menjelaskan keadaan yang berbahaya, kemelut, bisa juga dimaknai sebagai, saat yang menentukan di dalam cerita atau drama ketika situasi menjadi berbahaya dan keputusan harus diambil.

Tahun-tahun sebelumnya kita mengalami krisis, gempa bumi, tsunami, banjir, longsor, kekeringan, dan pembunuhan massal. Hampir tak ada hari yang tenang untuk bercengkrama dengan keindahan kecuali sesekali kita mengarungi jalan-jalan di pedesaan, menghirup udara segar, dan bercengkrama dengan keindahan kepolosan wajah-wajah yang tulus. read more

Mengapa Mesti Ada Polisi Tidur?

Tentu ada alasan dan tujuan yang jelas mengapa mesti ada polisi Tidur Pertanyaan-pertanyaan tentang polisi tidur dalam tulisan ini tidak diperuntukkan di mana posisi polisi tidur menjadi satu-satunya alasan terbaik dalam mengontrol laju kecepatan kendaraan, seperti di tempat-tempat lalu lalang anak-anak bermain, di sekolah-sekolah, dan tempat-tempat peribadatan.

Namun saya yakin, kita pernah berada di atas jalan di mana dalam beberapa radius meter ke depan selalu dipertemukan dengan polisi tidur. Setiap orang terpaksa dan dipaksa untuk melewatinya. Dan setiap orang mesti menurunkan kecepatan kendaraannya. read more

Tafsir Sufi Alif Lām Mīm

‘Alif Lam Mim; kitab Qur’an itu tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa’.

Alif Lām Mīm, sebagian mufassir menyatakan bahwa huruf muqattha’ah ini hanya dipahami oleh Rasulullah saw karena huruf-huruf tersebut adalah simbol dan rahasia antara Allah swt dengan Rasulullah saw. Sebagian mufassir lainnya menafsirkan alif dengan Allah swt, lām dengan ila (kepada) Jibrail as, dan mīm dengan Muhammad saw. Artinya menjelaskan proses wahyu dari Allah swt kepada Rasulullah saw melalui Jibrail as. read more

Memeluk Hujan

Apa ada orang yang tak merindukan hujan? Apalagi pesan setiap hujan tak sama. Hampir setiap hujan menawarkan makna yang berbeda-beda, makna-makna yang menelusuri di setiap keindahan imajinasi setiap orang. Seolah di dalam setiap tetesan hujan terangkum seluruh makna-makna yang dikandungnya; kegalauan, kesepian, kecemasan, keindahan, kebahagiaan, kerinduan, dan bahkan luka derita penderitaan.

Benar! Hujan tak pernah menitipkan makna yang sama. Hujan tetap dinanti walau di musim penghujan sebab di musim kemarau tak lagi dinantikan, tapi dicari dan berusaha menemukannya. Dan memang seperti itulah cara hujan memainkan perasaan kita dan berdialog dengan kita. Kita harus pandai-pandai menjamu hujan saat ia datang menawarkan maknanya. Karena ia datang begitu saja. Hampir-hampir tak pernah tahu kapan ia benar-benar datang dan benar-benar pergi. read more

Tafakur Melahirkan Penderitaan?

Saya tak tahu, apakah penderitaan yang memaksa kita berpikir atau tafakur yang membuat kita begitu bersedih?,” begitu kata Charles Bukowsky. Benar! Tapi sebenarnya tafakkur seperti apa yang akan membuat kita bersedih dan penderitaan seperti apa yang memaksa kita bertafakur? Pertanyaan Charles Bukowsky adalah pertanyaan kunci untuk memahami lebih jauh antara tafakur dan kesedihan serta penderitaan.

Sepanjang hidup yang kita jalani, saya yakin, kita pernah mendapatkan masalah besar. Waktu itu, kita tak tahu, bagaimana seharusnya memutuskan solusi terbaik agar bisa terbebas dari masalah itu. Tak ada satu pun manusia di dunia ini yang tak memiliki masalah dan cobaan. Dunia adalah ruang kita untuk mengoyak-ngoyak masalah demi mencapai tujuan tertentu. Tafakur adalah jembatan dalam menemukan solusi terbaik. Apakah derita keseharian yang dimaksud yang akan memaksa kita melakukan tafakur? Tentu bukan derita ini yang dimaksud karena derita keseharian adalah suatu keniscayaan setiap orang dalam menjalani kehidupan di dunia ini. read more