Semua tulisan dari Muhlis Abduh

Pekerja media. Tinggal di Makassar

Lorong Sungguh Sederhana, Menjadi Hebat karena Pemilu

Tahun Pemilu memang bisa dibilang tahun perebutan simbol dan ruang. Banyak ruang  milik publik akhirnya diakui dan disimbolkan menjadi milik partai tertentu.

Pada tahun 2018 lalu, saya tinggal di Kelurahan Pacerakang. Setiap hari saya melewati begitu banyak lorong di kawasan Bumi Tamalanrea Permai (BTP). Semuanya biasa saja. Tidak ada yang spesial.

Namun seiring berjalannya waktu,  tampak ada yang berubah saat memasuki tahun 2019. Terutama saat makin dekat dengan bulan April, yang notabene merupakan masa Pemilu. read more

Tanah, Darah, dan Reforma Agraria

“Inilah harta yang sebenarnya. Kemanapun kita pergi ada tanaman. Ada makanan yang tumbuh. Aku petani dan anak petani dan inilah yang kumengerti. Dibandingkan dengan tanah miskin kita yang sulit berkebun. Sulit untuk hidup. Jika kita hidup di sini, kita bisa memberi makan semuanya. Takkan ada kelaparan.’’

Dialog di atas diucapkan Ragnar—tokoh utama dalam cerita serial film Vikings. Ragnar sebelumnya adalah seorang petani biasa. Berbekal sebuah kompas sederhana ia mencoba menantang maut bersama beberapa teman untuk mengarungi lautan demi mencari sebuah daratan di wilayah yang disebut dengan ‘’barat’’. read more