Semua tulisan dari S. R. Siola

S. R. Siola, seorang pelajar perempuan, pecinta ilmu dan hikmah. Kecintaannya terhadap dunia literasi telah terpupuk sejak usia kecil. Ia menyelesaikan pendidikan kesarjanaannya di Rep. Islam Iran dengan konsentrasi studi Islamic Philosophy and Theology. Juga sempat mengambil dan menyelesaikan program Master Pendidikan di Indonesia. Saat ini menetap di Iran, mengambil Studi Keahlian Konsultan Pendidikan dan Anak. Suka berorganisasi dan sekarang bergabung di Badan Otonom Fathimiah-HPI, menghabiskan waktu luang dengan membaca, nulis blog, serta menulis buku bacaan anak seri filsafat anak.

Budaya Cecceng na Jekkong

Lotto. Putera keempat Daeng Marewa -anak lelaki Deang Mattayang, mantan Kades Butta Tinggi, saat itu merasa sangat senang. Wajahnya berseri-seri. Ia tampak sibuk menyalami para tamu yang datang ke rumahnya. Ia tersenyum puas. Itu tersungging di bibirnya.

Hari itu ia terpilih lagi menjadi Kades oppo’ di desanya. Semua warga ikut bahagia. Bagaimana tidak, Kades muda yang kerjanya hanya ongkang-ongkang kaki di bale-bale rumahnya itu, diterima baik oleh semua orang. Pasalnya sederhana, Lotto orangnya tidak pelit. Berbeda dengan Kamarudding, calon Kades bergelar Sarjana Pendidikan itu. Ia cerdas, tapi miskin. read more

Istana Sastra

Belakangan ini, saya tertarik dengan sastra. Beberapa keping buku, saya kumpulkan. Meski tidak semua terbaca, saya mencoba untuk menumbuhkan minat di hari pertama. Saya mulai dengan Shahnameh, karya Firdousi.

Bukan mengenyampingkan sastra Nusantara. Kalau dihitung, lumayan banyaklah karya sastra Indonesia sudah saya baca. Klasik hingga modern. Minimal, Siti Nurbaya (Marah Rusli), Di Bawah Lindungan Kabah (Buya Hamka), Layar Terkembang (Sutan Takdir Alisjahbana), Tenggelamnya Kapal Van der Wijck (Buya Hamka), Saman (Ayu Lestari), Dimsum (Clara Ng), dan beberapa karya dari Eka Kurniawan, Tere Liye, Boy Chandra, Dee Lestari, dan penulis lainnya. Umumnya, saya membaca novel. Paling tidak, bisa nyambunglah jika diajak berdiskusi. read more