Semua tulisan dari Sopian Tamrin

Pengajar Sosiologi di FIS UNM, aktif di KNPI Sulssl, MASIKA Orda Makassar dan Pegiat Literasi Edu Corner.

Mahasiswa dan Kosongnya Nalar Demokrasi

Tak bisa dinafikan, dinamika politik betul-betul menyita perhatian kita. Di mana-mana, percakapan kita akhir-akhir ini selalu terkait atau dikaitkan perihal eforia menyambut geliat demokrasi dalam tahun politik. Forum- forum diskusipun tiba-tiba ramai mengangkat tema bertajuk politik, mulai dari pemuda dan politik, politik milenial, atau politik dan hoaks. Dari sekian banyak variasi tema yang seringkali kita temui kata ‘pesta demokrasi’ menjadi satu di antaranya yang paling ramai. Juga tulisan ini coba menyinggung perihal tersebut berikut implikasinya. read more

Pilpres dan Matinya Pilihan Politik

Pilpres kali ini adalah ujian besar bagi bangsa ini. Kita diuji betul bagaimana bisa berbesar hati dengan segala macam perbedaan kita menilai kandidat. Selain itu Pilpres saat ini akan beririsan dengan problem subtansial, yakni kebermaknaan memilih. Apakah sebenarnya kita masih memiliki kesadaran dalam memilih. Jika memang masih ada, maka dari manakah kesadaran itu berasal?

Kebermaknaan memilih kali ini terancam punah bukan karena TPS akan ditiadakan ataupun KPU membatalkan melainkan karena kematian pilihan bagi masyarakat. Apakah kita benar-benar sadar memilih kandidat kita? Atau kita sebenarnya sedang tenggelam dalam ketaksadaran berjamaah atau collective unconscious seperti kata psikoanalis Carl Jung? read more

Yang Persona dan yang Publik

Satu lagi yang sedikit malu-malu diperbincangkan para tim sukses (timses) calon presiden (capres) akhir-akhir ini. Yakni antara yang publik dengan yang personal. Mengapa orang tak ingin dikritik persoalan personanya? Apakah persoalan publik betul-betul terpisah dengan soal personal?

Ada apa di balik kegeraman para timses saat disinggung bagian personal capresnya? Panik tanda kegelisahan berlebih, pernyataan timses tidak boleh menyerang personal adalah tanda kepanikan dan itu spontanitas respons dari panic attack. Pasti di situ tersimpan rapi rahasia penting dari sang pemilik persona. Terus mengapa orang cenderung menyembunyikan wilayah persona jika dalam pahaman publik bahwa yang persona dan publik itu terpisah? Apa yang sebenarnya dikhawatirkan jika kita percaya bahwa masyarakat sudah memisahkannya? Mari sedikit kita urai. read more