Semua tulisan dari Subarman Salim

Penulis adalah peminum kopi, yang selalu berharap menemukan surga di setiap buku. Selain menulis, kadang ikut jadi peneliti, pernah mencoba jadi blogger tapi gagal. Pernah kuliah di Universitas Negeri Makassar jurusan Pendidikan Sejarah dan Universitas Hasanuddin jurusan Antropologi.

Mimpi-mimpi Aneh Vegetarian

Pernahkah anda mencoba melampaui batas? Sebuah obsesi atau sesuatu yang kerap berwujud selayak hantu yang terus membayang? Keinginan keras menghasilkan karya luar biasa, menaklukkan batas-batas imajinasi? Mencoba mencicipi dosa? Bercinta dengan perempuan atau lelaki asing?

Obsesi, serupa perpaduan hasrat melampaui batas dengan mimpi-mimpi traumatik, hadir serupa taman labirin yang menjebak namun menantang untuk dimasuki.

Novel Vegetarian karya Han Kang adalah kisah obsesi seorang perempuan berpantang makan daging. Dalam perjalanannya, ia terkurung dalam drama, obsesi, lalu dihantui trauma dan penglihatan-penglihatan aneh. Kekerasan dan kepolosan, tantangan dan petualangan terjalin epik dalam kisah yang berlatar budaya Korea ini. read more

Kejahatan Perang (yang Belum Diakui) Belanda

Sampai saat ini, Belanda masih enggan menggunakan istilah ‘kejahatan perang’ untuk menggambarkan apa yang telah mereka lakukan selama berkuasa di negeri Hindia Belanda. Mereka lebih memilih istilah ‘kekerasan eksesif’, hanya kasus yang menyangkut ekses, sesuatu yang di luar kendali. Ungkapan yang halus.

Padahal, menurut Gert Oostindie, setidaknya terdapat 110 kasus yang berdasarkan definisi Konvensi Jenewa, telah cukup memenuhi kategori tindakan kejahatan perang yang telah dilakukan oleh Belanda, tepatnya pemerintah Hindia Belanda. read more

Razia Buku Kiri dan Realisme Spekulatif: Perang (terhadap) Pemikiran

Lagi hangat perdebatan para filsuf. Tentang sudut pandang baru, atau paradigma baru, sebuah gerakan, atau aliran baru. Mereka menyebutnya realisme spekulatif. Secara langsung menginterupsi postmodernisme atau kawannya yang lain, pascastruktruralis, yang anti-realis. Gerakan emansipasi. Bahwa, alih-alih menemukan kebenaran universal, bahkan yang mana ‘yang benar’ dan yang mana ‘yang belum benar’ pun kini masih perlu dan harus segera dipertentangkan kembali.

Realisme spekulatif: ‘perang’ pemikiran
Sebuah kabar gembira tentu saja, bagi pecinta literasi. Bahwa filsafat pun tak pernah benar-benar berada di titik aman. Tak ada yang anti-kritik dalam dunia ilmu, juga filsafat. read more

Sapi Malas Petani

Sebelum ada traktor, kehidupan petani tidak sepelik ini. Sapi-sapi selalu patuh dan taat diajak membajak sawah. Sebelum ada mesin perontok bulir padi, hidup petani adem ayem. Orang-orang datang membantu menuai padi, tanpa perlu kesepakatan mereka dapat berapa.

Tapi modernisme membuat perbedaan mencolok. Modernisme menjanjikan efisiensi dan efektivitas, tapi justru menghadirkan kehampaan.

Sapi malas

Sapi-sapi yang dahulu, hampir semua rumah di kampung ini terikat di kolong rumah belakang, kini tak lagi bisa ditemui. Sapi-sapi yang dahulu menjadi teman petani membajak sawah, kini pergi jauh ke areal peternakan. Yang tersisa hanya sapi-sapi malas, yang kerjanya hanya makan, minum dan pup. Sapi malas itu akan dijual seharga jutaan oleh pemiliknya. Tapi, sapi tetaplah sapi, ia tunduk pada keinginan tuannya. Yang membuat mereka malas adalah tuannya sendiri. read more