Semua tulisan dari Syafinuddin Al-Mandari

Lahir di Kasambang, 19-04-1973. Doktor Kajian Multidisiplin Ilmu Lingkungan. Ketua Umum PB HMI MPO 2001-2003. Dosen Universitas Paramadina Jakarta. Penulis buku: HMI dan Wacana Revolusi Sosial (2003), Demi Cita-cita HMI; Catatan Ringkas Perlawanan Kader dan Alumni HMI Terhadap Rezim Orba (2003), Demokrasi dalam Cengkraman Orde Baru (2004), Anak Tentara Melawan Orba (2015), dan Strategi Kebudayaan dan Kesadaran Ekologi (naskah siap terbit).

Bahasa Alam (2)

Tubuh alam kadang menjadi hal yang terabaikan begitu saja. Suatu yang ironis, karena kita tiap hari didekap erat. Denyut nadi hidup kita ada di dalam dekapan alam. Alam berkasih sayang dengan ikhlas.

Saat ia tergores akan muncul reaksinya. Walau begitu ia tidak bergegas menumpahkan amarahnya. Kalau hutannya digunduli, tanah di sekitarnya akan diam-diam mengagetkan pembalak atau pemukim di sekitarnya. Sebaliknya, keluarga kita ini sangat bersahabat jika diperlakukan dengan baik. Ia akan memberikan semua tanda-tanda tentang hal-hal yang akan terjadi padanya. read more

Bahasa Alam (1)

Gempa bumi dengan derajat guncangan tinggi Agustus 2018 di Mataram, Nusa Tenggara Barat disusul pada bulan ini gempa disertai tsunami di Palu dan Donggala pun memperpanjang deretan kejadian menakutkan itu. Tidak ada pilihan lain untuk menempatkan kejadian alam ini sebagai sesuatu yang patut mendapat perhatian.

Gempa ini disebut sebagai bencana dalam ungkapan publik kita. Gempa adalah kejadian geologis namun secara sosiologi ia adalah bencana.

Gempa sebagai peristiwa geologis sebenarnya biasa saja. Peristiwa alami yang tak dapat dicegah. Justru gempa bumi diperlukan oleh bumi itu sendiri. read more

Berdialog dengan Alam

Jumat sore usai silaturrahim ke rumah sepupu sambil menjalankan terapi yang disarankan dokter, kampung kami guncang. Suasana berubah menjadi kepanikan. Penduduk berlarian keluar rumah.

Televisi dan berbagai media sosial menyiarkan telah terjadinya gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Daerah kami, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, yang berdempet dengan Sulawesi Tengah pun kena guncangan magnitudo 7,4 itu. Sebagian penduduk mengungsi sebagai antisipasi jika ada tsunami. Maklum jarak kampung kami dengan tepi laut hanya beberapa meter saja. Ada rumah yang bahkan tepat di bibir pantai. read more

Apa itu Ilmu Agama?

Ingar-bingar politik membawa suatu gelombang baru dalam ujaran publik beberapa tahun terakhir ini. Banyak yang telah melalui momentum politik sebagai sirkulasi kekuasaan. Hasilnya? Hanya berupa sirkulasi hidup belaka. Berangkat dari ketiadaan menuju kembali kepada ketiadaan. Salah satu contoh yang dapat diambil adalah ratusan pejabat tinggi yang pernah melalui hidup penuh prestise dan kehormatan, kini menjadi manusia tua yang sejajar dengan penduduk negeri lainnya.

Salah satu yang amat sering diperbincangkan di dalam berbagai saluran media sosial adalah pernyataan B.J. Habibie dalam salah satu pidatonya. Ringkasan pesan itu adalah pernyataan sadar beliau bahwa kesuksesannya dalam ilmu pengetahuan dan teknologi tidaklah banyak berarti. Andai beliau diminta memilih ilmu pesawat terbang dengan ilmu agama, maka pilihan beliau adalah yang terakhir. Perbincangan itu menggoda untuk mendalami pengertian ilmu agama. Begitu juga efeknya kepada pencerahan publik, terutama untuk masa depan kemajuan umat manusia. Manusia diajak kepada keyakinan baru tentang tiadanya makna hidup. read more

In Memoriam Syamsuri Ismail

Lelaki itu telah menunggu di tempat acara satu jam lalu. Acara baru dimulai setelah para pengurus HMI Cabang Ujung Pandang yang menyelenggarakan diskusi telah berkumpul. Memang hari itu masih mendung. Baru saja hujan deras mengguyur kota Ujung Pandang (sekarang Makassar). Itu sudah cukup menjadi alasan pengurus untuk datang terlambat tapi tidak untuknya. Lelaki ini sudah bersama saya ketika gedung itu masih sepi. Saya senang saja sambil berbincang menimba ilmu dan pengalamannya.

Satu per-satu senior yang masuk ke arena kegiatan memberi penghormatan kepada sosok sederhana ini. Saya hanya tahu beliau aktif di sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat ternama di kota Makassar. Selebihnya, masih remang bagi saya. Ia adalah pengurus KAHMI Wilayah Sulsel. Hanya itu. read more

Kemerdekaan Ekologis

Dua tahun lalu penulis diminta seseorang untuk menulis tentang refleksi kemerdekaan Indonesia. Saat itu, mereka hendak menyusun buku 70 Tahun Indonesia Merdeka. Penulis melihatnya dalam perspektif lingkungan hidup.

Tesis yang dikemukakan adalah dokumen kemerdekaan Indonesia tidak memasukkan perspektif ekologis secara spesifik. Semua statemen tujuan negara hanya bersifat politik, ekonomi, dan sosial. Nanti setelah direnungkan dan dimaknai lebih mendalam baharulah dapat dijumpai bahwa dengan melaksanakan amanat kemerdekaan secara sungguh-sungguh, aspek lingkungan hidup dapat dipandang inhern pada tujuan negara itu. read more

Paradigma Keplanetan: Apa yang Kurang? (Bag-2, Habis)

Baca juga:

Paradigma Keplanetan: Apa yang Kurang? (Bag-1)

***

Dalam kajian ideologi dikenal dua kutub ideologi besar dunia yakni individualisme dan sosialisme. Individualisme dan sosialisme sebenarnya sama-sama melayani keserakahan, masing-masing keserakahan diri dan keserakahan kelompok (spesies manusia). Oleh sebab itu, penulis merasa perlu mengenalkan bahwa selain makhluk individu dan sosial seperti yang lazim didoktrinkan di sekolah formal, manusia juga sebenarnya adalah makhluk ekologis. Konsekuensinya, dukungan prinsip antroposentrisme yang ada dalam definisi materialisme saat ini memang perlu diperbaharui sebab hanya mengunggulkan jenisnya (spesiesnya). read more

Paradigma Keplanetan: Apa yang Kurang? (Bag-1)

Problem bumi dan masa depannya telah menjadi perhatian utama masyarakat dunia sejak Rachel Carlson mengeluarkan dokumen yang bercerita tentang bahaya residu pestisida. Bukan hanya itu. Menurutnya, industri yang sudah gegap gempita di seluruh dunia ternyata meninggalkan masalah masa depan bumi. Dokumen ilmiah yang ditulis pada tahun 1962 itu menandai sebuah kecemasan umat manusia soal fungsi satu-satunya planet yang dihuni makhluk hidup ini. Buku Silent Spring yang ditulis Carlson itu mau mengabarkan sebuah aba-aba bahwa manusia saat ini juga harus berpikir tentang kelestarian planet ini. read more

Kesalehan Ekologis

Maksiat ekologi kini tak terkendali dan secara pasti telah menusia rasakan dampaknya hingga sekarang. Ironisnya, kejadian itu ada di tengah maraknya manusia mencari kesalehan sosial yang dianggap menyempurnakan kesalehan pribadi. Gerakan filantrofi marak dikerjakan. Gerakan yang mengandung prinsip etis kesatuan umat manusia dalam suatu perasaan dan kepentingan yang sama. Setiap orang yang tampil dengan kepedualian prima atas manusia lainnya maka segera bercitra “saleh sosial”.

Paradigma kesalehan sosial mengasumsikan kepentingan spesies manusia lebih utama dibanding dengan spesies lain. Memang lebih maju daripada paradigma kesalehan pribadi mengasumsikan kepentingan diri sendiri lebih utama daripada kepentingan orang lain. Meski demikian, dalam wacana keberlanjutan kehidupan, kesalehan sosial saja tak memadai untuk menjawab ancaman besar punahnya kehidupan di bumi. read more