Semua tulisan dari Syamsu Alam

Ketua Masika ICMI Makassar, Dosen di Fakultas Ekonomi UNM, dan pegiat di Kelompok Studi Praxis FE UNM.

Robot, Manusia dan Ekonomi Baru

Apa jadinya jika robot mampu mengkudeta peran manusia? Robot bisa saja merupakan The Future of Employment, atau wakil manusia di muka bumi. Robot bisa saja menggantikan polisi yang tidak bisa memberi rasa aman di kota ini, di mana rasa takut kepada jambret dan begal menggantikan malam-malam kita yang asyik ngerumpi di warung kopi. Robot berasal dari kata ‘robota’ dalam bahasa Ceko berarti budak, pekerja atau kuli.  Kata ‘robota’ pertama kali diperkanlkan oleh Karel Capek dalam sebuah pentas sandiwara pada tahun 1921 Rossum’s Universal Robot (RUR). Pentas ini berkisah tentang mesin yang menyerupai manusia yang dapat bekerja tanpa lelah, kemudian memberontak dan menguasai manusia. Dari berbagai literatur robot sering diidentikkan dengan ‘otomatisasi’. read more

Naiknya Harga Komoditas dan Cita Rasa Konsumsi

Hukum alam permintaan mengatakan: jika harga-harga barang meningkat maka permintaan pada barang tersebut (mestinya) menurun. Faktanya bagaimana?  Apa sebenarnya yang kita konsumsi? Benarkah kita adalah apa yang kita konsumsi?

Sebagian besar masyarakat, lebih menyukai kenyataan tiruan (simulasi) daripada kenyataan itu sendiri. Lebih gemar chat dengan orang jauh daripada teman di sampingnya. Lebih gemar memburu apa yang tiada dalam genggaman, daripada memaksimalkan apa yang telah dimiliki. Lebih menyukai yang artifisial daripada yang alami. Pada tingkat akut, seseorang sudah tidak bisa membedakan mana kenyataan mana manipulasi. Mana yang sebenar-benarnya benar, mana yang keliru atau menyimpang. read more

Persekongkolan Serakah

Mayoritas yang kompak adalah bahaya bagi kebebasan [H. Bergson]

Dalam dunia yang semakin terbuka, postulatnya adalah tidak ada manusia yang dapat memenuhi kebutuhannnya sendiri, demikian pula negara. Setiap kita saling bergantung antara yang satu dengan yang lainnya, baik secara individu maupun konteks negara. Untuk memenuhi kebutuhan, ada dua jalan yang dapat ditempuh bekerjasama dan/atau berkompetisi.

Bekerjasama dalam perdagangan atau berkompetisi dalam wujud ‘perang’ memperebutkan sumber daya yang tersedia. Organisasi-organisasi regional antar benua sebagai perwujudan bentuk kerjasama, Uni Eropa, ASEAN, kerjasama bilateral, kerjasama antar benua. Dalam setiap kubu kerjasama tersebut, tidak dapat dimungkiri terjadinya persaingan. Baik di antara sesama anggota perserikatan maupun dengan perserikatan yang lain. Sebagai contoh, perebutan kuasa antara TPP (Trans Pasific Partnership) yang dikomandoi oleh Amerika Serikat, dan The Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang didominasi oleh China. Kedua perserikatan ekonomi tersebut, saling berkompetisi menguasai pasar Asia Tenggara. read more