Basirah dan Puisi-Puisi Lainnya

Basirah

untuk guruku: HB

aku bertekuk pikir di hadapan tuturnya

aku tertunduk zikir pada pusaran petuahnya

apa yang bakal kuajukan sebagai tanya, telah dijawabnya, sebelum lisanku menguarkannya

sederet gejolak batinku, sudah diredamnya, sedini asaku menabalkannya

sabdanya serupa hikmah dari langit, berjatuhan bagai biji-biji hujan

adakah ia titisan Ilahi sebagai titianku?

basirahnya menerungku jiwaku,  ragaku tertawan dalam takjub

 

Pulang

Engkau menawarkan dua jalan pulang

jalan senyap dan jalan hikmat

bersenyap-senyap dalam khusyuk lisan zikir

ayat-Mu menyiratkan aneka godaan

keajaiban demi keajaiban di kesunyian

berhikmat pada keindahan buah pikir

tanda-Mu mengalamatkan rupa puja

ketakjuban demi ketakjuban di kemeriahan

Ilahi, aku ingin melintas-lintas di tawaran jalan-Mu

 

Kupu-Kupu

menemukan kupu-kupu, di negeri penuh polusi pada jiwanya, amat garib

bak menyelisik jarum dalam tumpukan jerami

jarum memandu benang buat menjahit cerai-berai jiwa kaumku

jeraminya telah mongering, sewaktu-waktu siap terbakar dan dibakar

jarum sosialku, di manakah kini?

aku tengok halaman mukim

pada pohon jeruk nipis, rimbun daunnya, buahnya melimpah

nampak seekor ulat, berjalan lambat, ke pucuk daun

wahai ulat, aku menunggumu jadi kepompong

berlaksa kesabaran dalam detik

kepompong mewujud kupu-kupu

syukur tiada berbatas, jarum kutemukan dalam tumpukan jerami

terbanglah kupu-kupu

 

sumber gambar:  galeri-nasional.or.id

 

 

 

 

 

 

 

The following two tabs change content below.

Sulhan Yusuf

Pegiat Literasi dan Owner Paradigma Group. Mengarang buku Sehimpunan Puisi AirMataDarah (2015), Tutur Jiwa (2017), dan Pesona Sari Diri (2019). Kiwari, selaku Pemimpin Redaksi Kalaliterasi.com.

Latest posts by Sulhan Yusuf (see all)

One thought on “Basirah dan Puisi-Puisi Lainnya”

  1. Sejak membuka halaman awal bercoretan tanda tangan penulis dalam spidol biru, saya menyadari saya akan menemukan jejak-jejak kekhasan cerpen seorang Yetti A.KA dalam novel teranyarnya ini. Betul saja, saya menemukannya: tokoh-tokoh perempuan yang agak misterius, alur dinamis, karakter nan kuat, dialog-dialog tanpa tanda petik, dan sekelumit kemuraman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *