Arsip Kategori: Catatan KLPI

Catatan KLPI Pekan 13

Manusia hakikatnya tidak dirancang untuk mengerti perpisahan. Manusia hanya mahluk yang mengambil resiko berpisah karena suatu pertemuan. Begitulah alam bekerja, juga di kelas menuli PI.

Kemarin pertemuan 13. Tak ada yang jauh berbeda dari biasanya. Kawankawan membawa tulisan, setelah itu sesi kritik. Hanya saja sudah tiga minggu belakangan kuantitas kawankawan pelanpelan menyusut. Barangkali banyak soal di luar sana. Banyak urusan yang mau diselesaikan. Satusatunya yang bikin berbeda barangkali dirasai Salman, juga kawankawan yang sudah tahu; pekan 13 pertemuan terakhirnya di KLPI. read more

Catatan KLPI Pekan 12

Scribo Ergu Sum—Aku Menulis, Aku ada (Robert Scholes)

Kelas menulis sudah sampai pekan 12.  Sampai di sini kawankawan sudah harus memulai berpikir ulang. Mau menyoal kembali hal yang dirasa juga perlu; keseriusan.

Keseriusan, kaitannya dengan kelas menulis, saya kira bukan perkara mudah. Tiap minggu meluangkan waktu bersama orangorang yang nyaris sama kadang tidak gampang. Di sana akan banyak kemungkinan, bakal banyak yang bisa terjadi sebagaimana lapisan es di kutub utara mencair akibat global warming. Di situ ikatan perkawanan bisa jadi rentan musabab suatu soal sepele misalkan perhatian yang minim, perlakuan yang berlebihan, atau katakata yang menjemukan, bisa mengubah raut wajah jadi masam. read more

CATATAN KLPI PEKAN 11

Lisan

Sebuah getaran keluar dari mulut
Dari leher turut decak yang ingin meluap
Menggemakan wicara bak pesulap

Tadinya dia hanya gesekan paruh dan rongga,
Kemudian terluah dalam bahasa
Kini gelombang punya rona
Sama ketika frekuensi mencipta bahasa pesona
Aku ringkih mendengar sebuah suara
Pagut memagut, mesti takut
Memaksa ikut

Itulah lisan yang nista
Mencuri hati lalu mematahkannya

Kirakira tak ada yang salah dalam puisi. Yang diperjuangkan dalam puisi bukan dunia faktafakta. Penyair bukan mau mengambil peran seorang wartawan, yang harus menulis sesuai realita yang ditemukannya. Atau seperti ilmuwan yang melihat relasi asumsi antara satu proposisi sesuai kaidah logika sebagai kebenaran. Akibatnya yang esensil dalam puisi bukan kebenaran, tapi kebermaknaan. Puisi berjuang dari “dunia dalam”, makanya dia begitu subjetif. Namun, tidakkah dia bisa menjadi objektif? Entahlah, bukankah yang objektif itu kerap hanya terma sesat atas ilmu pengetahuan? Lalu, bagaimanakah puisi harus diapresiasi? read more

CATATAN KLPI PEKAN 10

Harus saya akui, kali ini redaksi Kala teledor soal cetakan edisi 10. Di terbitan tertanggal 27 Maret itu, judul kolom khusus kepunyaan Sulhan Yusuf salah cetak. Tulisan yang seharusnya berjudul Arsene, Arsenal, dan Arsenik, malah jadi Arsene, Arsenal, dan Arsenal. Ini gawat, malah justru fatal.

Saya kira, di sini harus diakui, redaksi Kala belum punya prinsip kerja yang matang. Jika Kala mau dibilang media, redaksi Kala malah belum punya sistem. Media manapun, seharusnya punya mekanisme kerja yang jelas, semacam standar operasional kerja. Kala, jika disebut media, harus punya redaksi yang mapan. Atau, setidaknya, untuk ukuran buletin sederhana, bahkan selebaran, harus punya orangorang yang berpengalaman. read more

Catatan KLPI Pekan 9

Parasnya lelah. Mukanya sendu, keringatnya cucur. Di penghujung pukul sembilan malam suaranya berubah parau. Awalnya, perempuan ini bersemangat memimpin forum. Namun, waktu berderap, energi banyak dikuras, forum masih panjang. Di waktu penghabisan, Hajrah merapal karya tulisnya. Kali ini gilirannya.

Satu persatu huruf diejanya. Tulisannya agak panjang. Kali ini dia menyoal masyarakat tanpa kelas perspektif Marx. Yang unik dia menyemat Rasul Muhammad sebagai tokoh lain. Di tulisannya, dua orang beda zaman, disandingkan. Lamatlamat, forum berubah khusyuk. Suaranya akhirnya mulai stabil. read more

Catatan KLPI Pekan 8

Pada akhirnya, hanya dua hal; disiplin dan sikap gigih. Biar bagaimanapun jadi penulis harus disiplin. Ini berarti di situ perlu pola, suatu rencana. Agak susah mau sebut disiplin, kalau di situ tidak ada suatu rencana. Penulis, saya kira orang yang punya agenda; dia menghitung, merancang, menetapkan. Dia mengklasifikasi bacaannya. Menulis catatannya. Dan, menyusun tulisannya.

Sikap gigih, saya kira suatu cara untuk maju. Gigih berarti tak mudah menyerah. Gigih artinya ulet, tekun. Di situ artinya ada tujuan yang mau dituju. Suatu jalan yang sudah dirancang. Jalur yang sudah ditetapkan. Sikap gigihlah yang mendorong terus maju, sesuai rencananya. read more

Catatan KLPI Pekan 7

Pekan ke tujuh, kelas menulis PI agak molor. Hampir dua jam. Kesepakatannya, kelas harus dibuka pukul satu siang. Minggu lalu masih menumpuk beberapa tulisan, makanya perlu tambah waktu. Tapi, kelas dimulai sekira pukul tiga. Kawankawan satu persatu datang. Kelas mulai ramai.

Yang buka kelas Heri. Saya, yang diplot jadi ketua kelas memilih bagi tugas. Kebiasaan ini agaknya perlu, sembari mengedukasi kawankawan, bahwa kepemimpinan tidak mesti diampu sendiri. Saya kira kepemimpinan harus jadi kolektif. Maksudnya: agar tidak dominan. read more

Catatan KLPI Pekan 6

Ini pekan yang panjang, terutama Kelas Menulis PI. Sudah jauhjauh hari tulisan diposting, sudah jauh sebelumnya kritik diajukan. FB jadi media, untuk tulisan dapat masukan. Sebelumnya tidak ada macam begitu. Ini hal yang baru.

Sudah dua pekan hujan urung berhenti. Langit jadi basah, hitam. Tak sering malah bikin waswas. Apakah kawankawan mau datang, biar pun hujan enggan pergi. Makassar memang sering basah, tapi asa harus diasah.

Karena itulah sudah pekan ke 6. Kelas menulis sudah sampai di sini, akhir Februari. Banyak yang datang, sedikit yang bertahan. Yang begini hukum alam. Siapa nyaman dia pasti bertahan. read more

Catatan KLPI Pekan 5

Awalnya agak ragu kelas menulis PI tidak jadi digelar. Tibatiba hujan datang. Deras. Tapi, selama berlangsung, kelas PI tidak pernah bolong. Sudah hampir tujuh bulan kelas dibuka. Sekarang, yang diuji konsisten. Juga disiplin.

Semangat bisa datang, bisa lapuk, bahkan hilang. Kali ini biar bagaimana pun kelas tak boleh gagal. Pasca hujan reda, gegas berangkat. Semangat masih ada, tidak bisa hilang.

Di sekretariat PI, sudah berkumpul beberapa mata. Melingkar seperti sudah sering. Banyak kertas berhamburan. Curiga, kelas sudah dibuka dari awal. Perbincangan sudah alot. Terkaannya, soal tulisan salahsatu peserta. read more

Catatan KLPI Pekan 2

Hari ini saya punya janji untuk mengikuti kelas literasi. Mau tidak mau saya harus ikut, soalnya sudah diingatkan oleh kanda Bahrul Amsal melalui lini masa FB. Apalagi beberapa hari sebelumnya saya sudah janjian dengan Aii Avicenna, kawan saya yang juga kebelet ingin ikut. Maka, siang ini saya bersiapsiap lebih awal, sembari menunggu jemputan Aii.

Kelas literasi sebenarnya sudah lama saya ketahui dari kabar yang diceritakan kanda Bahrul. Beberapa foto kegiatannya juga sering kali nongol di FB. Melihat kegiatankegiatan mereka, saya merasa harus ikut. Namun, waktu itu kepalang kelas sudah berjalan, makanya saya agak malu bergabung. Sampai belakangan ini saya dikabari kelas literasi angkatan kedua akan dibuka. Sontak saya senang bukan main. Ini kesempatan emas, saya harus ikut. read more