Arsip Kategori: Cerpen

Kelabu Kesayangan Ibu

Kelabu sangat penyendiri dan kesepian. Ia seperti sesuatu yang lain dari segalanya di rumah ini. Tetapi Ibu menyayanginya, amat sangat. Ia punya kamar sendiri dan tempat makan sendiri-makannya selalu teratur. Tidak pernah terlambat walau sedetik.

Aneh. Dengan seluruh keistimewaan yang diberikan Ibu padanya, Kelabu justru terkesan tidak begitu mengacuhkan. Ia meninggalkan makanannya di tempat khusus itu, lantas memilih mencari di dapur atau mengorek sisa makanan di meja makan kami. Ia makan sendirian, tanpa suara, tanpa ambil pusing dengan keributan dari ruang sebelah  tempat Ibu meletakkan makanan khusus untuknya. read more

Orang Gila dan Masjid yang Raib

Senja telah berakhir. Garis merah di langit barat mulai memudar. Gelita merayap pelan memeluk bumi.  Sang kala merangkak-rangkak.  Pelan, lambat tapi pasti. Dan akhirnya malam betul-betul runtuh ke bumi.  Di langit, bintang gemintang merekah senyum. Tapi tidak demikian dengan  sepotong bulan di akhir Muharram itu, lesu mengapung di balik awan.

Tepat pada saat itulah, Faizal menginjakkan kakinya di tanah.  Pendar lampu jalan menimbulkan bayangan tubuhnya yang memanjang.    Lelaki ceking itu baru saja turun dari mobil bus yang ditumpanginya.  Kota Telaga Indah, itulah tempat yang tanahnya dijejaknya kini.    Sejenak Ia membiasakan diri dengan suasana.  Situasi yang mulai gelap membuatnya tak bisa segera mengenali keadaan. Udara dingin menyergapnya.  Faisal segera mengenakan jaket yang tadi disampirkan ke pundaknya.   Tangannya menyisir rambutnya yang telah diacak-acak angin sejak berada di bus tadi. read more

Ingatan yang Merindukan

Saya seoalah kembali ke dalam ingatan masa lalu. Juga soal gerimis yang hanya berlalu begitu saja dan kenapa ia tersisa dalam ingatan. Aku pikir karena ada kejadian masa lampau yang belum usai soal gerimis,yang layak terbenam dalam memori. Atau bisa jadi sebaliknya, gerimislah yang mengikuti  memori ingatan. Bisa jadi, catatan akan terhimpun menjadi sejarah.  Tetapi tidak semua yang terhimpun dalam catatan sejarah, meski berada pada lembarannya.  Ada hal yang tidak sekadar menjadi peristiwa di dalam catatan sejarah, juga dalam ingatan memori. Tidak semua daun digugurkan oleh angin, nyanyian seorang bisu dan perbincangan. Semua ini tentang gerimis yang terekam jelas dalam memori ingatan. read more

Perempuan dalam Bayang Literasi

Alunan sendu membisiki telinganya. Hari mengganti hari dan ia masih saja bersikukuh ingin tegar. Tak mau dipisahkan dari rasa cinta pada sang suami. Ia ingin tabah, tak pernah sekalipun dalam pernikahannya airmata menetes. ia mengalahkan tabahnya hujan di bulan Juni itu. Tak ada tempat bercerita,  hanya pada anaknya terkecuali.

“Bunda,  izinkan aku keluar. Jangan kau paksa  saya bunda. Saya tak suka di dalam.” Suatu hari anaknya mulai mengeluh.

“Sebentar nak, belum saatnya. Jangan kau buat risau bunda. Tinggallah di dalam sedikit lebih lama. Banyak yang bunda pikirkan nak” sang bunda memelas kasih,  membatin ia. read more

Sepucuk Surat dari Guru Sejarah untuk Siswanya Nun Jauh di Sana

“Ceritakan kepadaku tentang sejarah.” Kataku pada seorang kawan—yang baru saja pulang dari Negeri Barat—pada satu senja di Pantai Losari. Kawanku pun bercerita tentang surat.

***

Bersama surat ini terkirim salam dan permintaan maaf saya kepadamu wahai siswaku sekalian. Kuhaturkan permintaan maaf ini lantaran telah lewat empat purnama saya belum pernah memberikan hak-mu. Iya! Hak pengajaran. Seyogyanya, kealpaanku ini bukan lantaran malas masuk kelas. Bukan pula karena lelah menghadapi tindak-tandukmu yang kadang menjengkelkan. Bukan pula karena beban kerja sebagai guru yang begitu berat. Pun bukan karena honor yang kuterima terbilang sedikit. Ketidakhadiranku dalam beberapa masa ini lantaran saya berada pada satu tempat yang nun jauh di sana, sebuah tempat bernama Negeri Barat. Dan kalian para siswaku tahu sendiri kan? Bahwa antara Negeri Barat dan Negeri Timur itu begitu jauh jaraknya. Sedang sekolah tempat kalian merenda pengetahuan dan mencecap indahnya masa-masa remaja berada di Negeri Timur. Tetapi ketahuilah bahwa jarak nun jauh itu sesungguhnya menciptakan sebuah perasaan yang kita namakan rindu. Dan rindu itu perlu jarak. Sedang rindu itu tak berbatas antara kekasih dan kekasihnya. Antara lelaki yang kasmaran dengan gadis pujaan. Rindu juga berlaku antara guru dan siswanya sekalian. read more

Penikmat Ekspresi

“Jadi, apa yang membuatmu jatuh cinta kepadaku?” tanyamu, membuka cerita.

“Ekspresi.”

“Kau gila!” ucapmu, menyambut jawaban singkatku barusan. Aku tersenyum mendengarnya, aku suka caramu menjawab ucapanku, karena itulah aku menikmatinya, menikmati ekspresimu.

“Yah, aku jatuh cinta kepadamu pada pandangan yang ke-empat,” ucapku.

“Maksudmu?” lagi-lagi kau menyambut ucapanku barusan.

“Pada dasarnya, jatuh pada pandangan pertama benar-benar tidak pernah ada, kelakukan nakal penyair itulah yang membuat paradigma kita menjadi satu, tatapan pertama adalah ketidaksengajaan yang dibuat oleh keadaan, tatapan kedua karena aku mulai penasaran dari ketidaksengajaanku sendiri, tatapan ketiga aku mulai suka, namun, bukan berarti aku jatuh cinta, jatuh cinta tidak semudah itu, ada tatapan keempat yang tidak dilukiskan dalam bilangan, ia imaji yang bersetubuh dengan waktu, menggilai rasa yang dengan cepat menyerbak ke frasa yang lain, dan aku tidak sadar dibuatnya.” read more

Nona Biskuit dan Kebahagiaan Abadi

Sepotong biskuit cokelat berbentuk persegi tipis dengan taburan kristal gula di sekujur tubuhnya lahir begitu saja di suatu petang yang ganjil. Tanpa Bapak, tanpa Ibu. Lantas begitu saja terhidang di atas meja, duduk manis dalam plat porselen yang indah.

Joy, Nona Biskuit bertabur gula itu adalah biskuit pengembara. Ia bertualang ke seluruh negeri, mengikuti berbagai sayembara, ikut serta dalam kerja bakti, dan berkhidmat menjadi warga negara yang baik. Setiap gula di tubuhnya adalah piagam penghargaan dari seluruh sayembara yang ia serta, maupun dari orang-orang yang sempat ia bantu. Joy adalah biskuit paling berbahagia di kota itu. Seluruh kebahagiaan ditaburkan ke seluruh tubuhnya. read more

Mengapa Kita Tidak Diperkenankan Memasuki Hutan?

Semua penduduk Desa Qahwe tahu bahwa pantangan keras untuk memasuki hutan yang berada di sebelah timur desa. Bahkan raja pun melalui Tumabicara-nya menyampaikan maklumat kepada penduduk desa untuk tidak memasuki hutan itu. “Kenapa kita dilarang memasuki hutan itu?” Tanya Syahbannara kepada salah satu pemuda desa yang begitu khidmat mendengarkan maklumat raja.

“Kenapa kita dilarang memasuki hutan itu?” Syahbannara kembali mempertanyakan permasalahan yang sama, pria itu tetap tak bergeming hingga ketiga kalinya Syahbannara mempertanyakan ikhwal maklumat itu. read more

Cara Terbaik Mencintai

Helai-helai malam dianyam oleh sepasang tangan seputih pualam milik seorang perempuan. Ia duduk tekun di atas anyaman bambu yang hampir selesai, sesekali tangannya yang kanan membenturkan batang besi pipih untuk merapatkan anyaman. Sinar lampu minyak tanah bercahaya, membuat wajah perempuan itu bersinar bagai purnama.

Adalah Nur, yang sejak kepergian suaminya beberapa jam lalu memutuskan untuk menghabiskan sisa malam menanti sang suami pulang dengan menyelesaikan anyaman gamacca (anyaman yang terbuat dari serat bambu, biasa dibuat dinding) yang telah dimulai suaminya. Nyaris saban malam Nur menghabiskan waktunya menekuri anyaman demi anyaman sembari menunggu sang suami, sedang suaminya sendiri baru pulang lewat tengah malam dengan bau tuak menyeruak dari seluruh tubuh, dan mulut yang sudah tidak jelas lagi menggumamkan apa. read more

Senyum di Riuh Jalan

Kota ini semakin sumpek saja. Sebagian besar jalan tak diteduhi pohon-pohon penyimpan angin yang dapat menyejukkan orang-orang di sekitarnya, khususnya para pejalan kaki ataukah para penunggu angkot yang super sibuk lalu-lalang. Sebagai kota yang telah masuk kategori kota metropolitan, tentu disesaki berbagai masalah sosial dan ekonomi, penataan jalan-jalan agar tidak semrawut dan mengundang macet yang akut, menata taman-taman sebagai ruang hijau terbuka yang dapat menyergarkan paru-paru penghuninya, dan juga dapat mengimbangi polusi kendaraan yang inheren untuk sebuah kota besar yang penduduknya padat. Semua mesti dihitung dengan cermat dan diupayakan untuk diwujudkan oleh pemerintah kotanya. read more