Arsip Kategori: Singkap

Tafsir Sufi Surah Wal Ashri

Wal Ashri yakni Demi masa. Ada satu pertanyaan yang menarik, Mengapa Tuhan bersumpah dengan masa? Mengapa Tuhan tidak bersumpah atas diriNya sendiri atau atas namaNya? Sebenarnya apa yang dimaksud dengan masa (al-Ashri) di sini. al-Ashr berasal dari ad-Dahr yang juga terkait dengan persoalan konteks masa. Dalam hadits dijelaskan bahwa ad-Dahr merupakan salah satu dari nama Tuhan. Oleh karena itu dapat dipahami bahwa sebenarnya Tuhan bersumpah atas namanya sendiri. Tuhan tidak bersumpah atas sesuatu di luar diriNya. read more

Tafsir Sufistik; 114. Surah An-Nâs

﴿بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحيمِ﴾

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

﴿قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ﴾

1. Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia,

Rabbinnas, Malikinnas, Ilahinnas bisa dimaknai sebagai tiga tahap perjalanan yang semestinya dilalui oleh manusia dalam perjalanan ruhaniah menuju Allah swt. Tahap pertama adalah berlindung ke Rabbinnas. Manusia sudah semestinya menjadikan Rabb sebagai pelindungnya sebab nama Rabb yakni pemelihara yang terkait secara langsung dengan eksistensi manusia. read more

Ironi Kesadaran 2018

Banyak teman saya yang bertanya, ‘kira-kira bagaimana tahun 2018?’ Saya hanya menjawab, mungkin akan lebih baik jika pertanyaannya diubah menjadi pertanyaan yang lebih memprihatinkan, ‘kira-kira apa yang lebih mengkhawatirkan di tahun 2018?’ Bukankah kita melewati tahun 2017 ini dengan ketegangan-ketegangan sosial dan menyisakan keretakan identitas kita sendiri? Dan menurut saya tahun 2018 tentu lebih mengkhawatirkan karena ketegangan-ketegangan sosial tersebut sudah menemukan polanya di tahun ini. read more

Fenomenologi Mal dan Ideologi

Fenomenologi Mal dan Ideologi

Bagi anda yang sering  mengunjungi mal-mal besar di Jakarta. Sangat mudah menjumpai beragam jenis manusia dari berbagai latar belakang ideologi dan pemikiran. Bahkan tak perlu mewawancarai satu persatu untuk menanyakan prihal keyakinan mereka. Pakaian yang mereka gunakan sedikit banyaknya menjelaskan seperti apa keyakinan mereka. Dan akan nampak lebih mudah lagi jika pengunjung mal tersebut sudah menggunakan simbol-simbol tertentu yang  menegaskan keyakinan mereka.

Mulai dari pakaian yang terbuka sampai pakaian tertutup dan bercadar pun sangat mudah kita jumpai. Mereka para pengunjung memanfaatkan fasilitas mal sebaik mungkin sambil bercengkrama bersama keluarga dan sahabat. Para pengunjung yang berbeda ideologi larut dalam irama suguhan-suguhan mal. Tak terlihat perbedaan mencolok sebagai pengunjung mal. Perbedaan suku, ideologi, dan pemikiran bukan menjadi penghalang sebagai pengunjung mal. read more

Heidegger: Sejarah Filsafat adalah Sejarah Nihilisme

Karl Jaspers dalam biografi filsafatnya menceritakan kisah yang sangat menarik tentang Heidegger. Kata Karl Jaspers, suatu ketika saya melihat seseorang mengantarkan surat. Surat itu berasal dari masyarakat biasa. Tulisannya pun jelek dan banyak kesalahan dalam penulisan. Orang awam itu sedang menuliskan keresahannya. Dan ia merangkum seluruh tulisannya dalam satu pertanyaan, “apakah benar setelah dunia ini, setelah kehidupan ini, benar-benar tidak ada lagi sesuatu?”.

Karl Jaspers melanjutkan, kebetulan pada saat itu Heidegger hadir sebagai tamu. Lalu saya menunjukkan surat itu padanya. Saya menyaksikan pemandangan yang berbeda saat Heidegger membaca surat itu sebab di antara orang-orang yang membaca surat itu, hanya Heidegger yang benar-benar serius dan memperhatikan surat itu. read more

Apakah Manusia dan Kemanusiaan sedang Mengalami Kematian?

Hampir tak ada orang yang mampu memperkirakan kondisi yang dialami manusia saat ini. Kondisi yang begitu menakutkan, tidak hanya menakutkan bagi peradaban manusia, tapi juga mengerikan bagi eksistensi manusia. Tak heran jika akhir-akhir ini banyak yang membicarakan tentang periode akhir zaman, meskipun pada saat yang sama kita tak tahu kapan akhir zaman itu.

Ketakutan ini bukan sesuatu yang tidak beralasan sebab begitu banyak tanda-tanda yang sulit kita pahami, seperti perubahan iklim yang ekstrim yang seolah sudah tidak bersahabat lagi dengan manusia, seperti virus-virus menakutkan karena mematikan  manusia secara massif, sumber-sumber alam yang sudah mulai menipis bahkan habis, dan juga tentang sistem-sistem yang sebelumnya dibangun oleh manusia sudah mulai berjatuhan, baik itu sistem politik, sistem ekonomi, dan sistem peradilan, karena “uang” menjadi pengendala penting dan segalanya untuk saat ini. Bahkan manusia mampu menciptakan ‘kecerdasan artifisial’ yang pada akhirnya meragukan eksistensi kemanusiaan kita. read more

Manakah yang Lebih Menakutkan antara Kesia-siaan dan Kejahilan?

Emang apa untungnya berpikir dan menenggelamkan diri di dalam tafakkur selain kesia-siaan? Tentu tafakkur tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar. Tafakkur hanya menyisakan derita. Meski demikian, ada hal yang perlu dipertimbangkan dalam esensi tafakkur atau berpikir sebab dalam tafakkur akan menyingkirkan kebodohan. Manusia yang memahami esensi tafakkur tidak akan terjebak dalam kejahilan.

Di sisi lain ada benarnya jika ada yang menganggap tafakkur adalah pekerjaan sia-sia, sebab tafakkur bukan pekerjaan. Tafakkur adalah keberanian untuk bertanya dan menggali pertanyaan, bukan keberanian dalam menyebarkan apa yang orang lain yakini dan pahami. Tafakkur memberikan kemerdekaan dalam memilih, sebab memilih tanpa bertanya dan tafakkur atasnya adalah kejahilan. read more

Pemikir dalam Penjara Ideologi

Saya salah seorang dari mereka yang meyakini bahwa proposisi filsafat tidak perlu dibandingkan dengan proposisi politik dan sains. Persoalan dan metodologi yang digunakan dalam mengurai persoalan diantara ketiga bidang studi tersebut berbeda dan tidak sama. Proposisi filsafat dan proposisi politik, serta proposisi sains tidak berada dalam satu atap dan tidak berada dalam satu payung sehingga tak bijak membandingkan diantara ketiganya dan saling mengkontraskan diantara ketiga pemahaman tersebut.

Filsafat adalah ruang independensi dalam melihat suatu persoalan. Filsafat tidak berbicara tentang keuntungan, tidak berbicara tentang maslahat, dan tidak berbicara tentang tujuan dari segala pembicaraan. Namun sangat dimungkinkan dominasi pemikiran ideologi dalam diri seseorang yang akan mengarahkan secara otomatis arah gerak pemikiran filsafatnya. read more

Pertanyaan-Pertanyaan Mengenai Filsafat Moral

Salah satu ruang perdebatan yang tak pernah surut dibahas oleh para peneliti adalah membahas mengenai persoalan moral. Para peneliti mengakui, tak mudah menganalisa persoalan moral, apalagi membangun gagasan mengenai persoalan moral. Suatu ketika Heidegger pernah ditanya oleh salah satu mahasiswanya, “Prof, kapan anda menulis persoalan moral?” “lebih baik anda jelaskan terlebih dahulu kepada saya seperti apa fondasi pemikiran moral, baru setelah itu akan saya jelaskan kepada anda gagasan dan struktur moral”, Jawab Heidegger. read more

Charles Bukowsky: Kebencian adalah bagian dari Hakikat, Keindahan hanya Ilusi.

Fitrah manusia tidak akan menerima jika kebencian dianggap sebagai hakikat sebab fitrah manusia mengajak kepada keindahan, kebenaran, keadilan, dan segala bentuk kebaikan-kebaikan. Tapi jika kita menengok keluar dan melihat apa yang terjadi di luar sana, di sekeliling kita, dan melihat dengan jujur apa yang sedang melanda dunia hari ini, sangat mudah untuk mengatakan bahwa kebencian adalah bagian dari hakikat. Perlombaan di dalam kebaikan-kebaikan jika bersandar kepada kebencian akan berubah menjadi kesirnaan dan keburukan sebab satu-satunya tujuan perlombaan adalah mengalahkan dan mendominasi yang lain. read more