Arsip Kategori: Kembara

Kesepian

Seorang tua renta penghuni sebuah panti jompo di salah satu kota nun jauh di seberang benua. Setiap jelang memperingati hari-hari besar negeri dan agamanya, ia mengirim surat dan ucapan selamat untuk dirinya sendiri via jasa Pos. Malam sepi dengan mengurai air mata ia menulis surat yang ditujukan untuk dirinya sendiri. Diantarkannya ke kantor Pos sendiri. Tiba di panti tempatnya bermukim melepas penat di hari tuanya, kemudian dibacanya sendiri, dinikmatinya sendiri dalam kesepian yang menderanya dalam waktu panjang. read more

Bunda Maemuna

Hari minggu, umumnya kota-kota di Sulawesi Utara sepi nyaris senyap. Demikianlah, suatu pagi sekira matahari sudah mulai menanjak ke perempat depah. Lambungku mulai minta dijamah penganan untuk melanjutkan kehidupan. Jalan-jalan kususuri di kota mungil tempatku bermukim secara tidak menetap. Setelah berkeliling beberapa saat dalam sepi, aku menemukan sebuah warung yang berukuran relatif mungil pula. Kendaraan kutepikan tak jauh dari warung yang hendak kutuju.

Ruang kecil berukuran sekira tiga kali dua setengah meter. Hanya dimuati tiga buah meja plus bangku kayu yang masing-masing hanya memuat dua orang pengunjung. Jadi, paling banter hanya bisa memuat pelanggan atawa pengunjung sebanyak enam orang. Seorang ibu berusia senja menyambutku dengan senyum super ramah. Rona wajahnya menampakkan kebajikan dan bening matanya mengundang kasih. read more