Arsip Kategori: Parenting

Aku pun Terisak Seperti Ayah Arun Gandhi

Anak adalah permata yang tak ternilai harganya. Kesadaran itu yang selamanya akan tertanam dalam batin sejak awal kehadiran mereka di muka bumi. Setiap yang berhati nurani akan membenarkan anggapan ini. Walaupun dalam kenyataannya banyak yang mengingkarinya. Kasus-kasus kekerasan terhadap mereka bercerita dengan jujur, bagaimana ulah bejat manusia-manusia yang berstatus ibu dan bapak. Seolah kekerasan adalah satu-satunya alat komunikasi yang mangkus.

Entah ada hubungannya atau tidak, antara buku-buku yang saya baca dengan tokoh pergerakan India, Mahatma Gandhi, yang masyhur dengan  ajarannya, ahimsa. Saya selalu memilih jalan-jalan damai, persuasif, tetapi tegas dalam berinteraksi dengan orang lain. Prinsip  yang saya berlakukan pula pada anak-anak. Rasanya tidak tega memarahi anak-anak, kecuali mereka kelewatan kurang ajarnya. Yang mana sesungguhnya kemarahan itu saya tujukan kepada orangtuanya. Kenapa melakukan pembiaran  terhadap perilaku anak-anaknya. read more

Digital Parenting Karena Gawai Sebuah Keniscayaan

Seumpama hidup di tengah pusaran air yang mengepung dari segala penjuru, serupa itulah gambaran hidup manusia era kini. Tak hanya anak sekolah, bahkan yang belum bersekolah, hingga orangtua yang sudah berumur pun, yang baru beberapa hari mengenal internet, tak pelak jadi mangsa empuk teknologi. Tidak memegang gawai serasa seperti orang  bego di antara kerumunan orang-orang berponsel, yang setiap jam bahkan beberapa menit mengecek  benda yang berada di genggamannya.

Boleh dikata dialah orang pintar yang mampu menjawab setiap pertanyaan. Anak kami yang ingin mengetahui cara menangani lengan terkilir, langsung searching informasi dari Google. Dalam sekejap ia pun mendapatkan penjelasan cara penanganannya. Saya termasuk yang sering memanfaatkan fitur canggih ini untuk mencari gambar buku yang dicari oleh pelanggan toko. Pernah pula mencari  tips bagaimana membuka tutup toples yang mengeras. Di antara jurus-jurus  tersebut ada yang manjur, tak jarang ada pula yang tidak. Namun yang pasti informasi saat ini tidak lagi sesulit era sebelumnya. Bahkan bisa dikatakan, era kini era banjir informasi. Saking membanjirnya, pembaca jadi bingung sendiri ingin membaca bagian mana terlebih dulu. Semua hadir di saat yang bersamaan dan menuntut perhatian yang serentak pula. Jika tak jeli memilih bacaan digital, pembaca bisa jadi korban berita palsu (hoax). read more

Jalan-jalan Parenting

Sore yang masih menyisakan terik bercampur debu Kota Makassar mengiringi perjalanan kami ke penghujung salah satu desa di Kabupaten Gowa. Jarak yang singkat (105 km) dengan kondisi jalan yang belum bagus harus ditempuh dalam waktu tiga jam lebih, bahkan hampir empat jam. Berangkat pukul lima sore, sempat terhenti beberapa saat di daerah Hertasning untuk menyaksikan iring-iringan kendaraan pejabat melintas.

Sepanjang perjalanan, saya mencoba memvisualisasikan dalam benak tempat kegiatan nanti akan dilangsungkan, seperti apa antusiasme warganya. Model dialognya bagaimana, seberapa dalam pemahaman mereka soal parenting yang akan dibahas nanti. Mengingat selama ini saya lebih banyak bertemu dan berinteraksi dengan orangtua-orangtua yang tinggal di daerah perkotaan. Dalam hati saya salut pada keinginan mereka untuk belajar mengasuh anak. read more

Ritual Lebaran

Banyak hal yang berubah dari tahun ke tahun setiap lebaran tiba. Namun satu tradisi yang masih sulit kami tinggalkan, yakni menyediakan makanan khas lebaran, berupa ketupat atau buras. Memasaknya pun menggunakan kayu seperti di kampung-kampung kala kami kecil dulu. Padahal jika ingin praktis bisa saja dimasak dengan kompor gas yang nyala apinya tentu lebih stabil dibandingkan menggunakan kayu yang tiap beberapa menit harus ditengok. Apakah api yang membakar kayu masih menyala atau jangan-jangan ada di antara kayu-kayu itu yang memendek dan akhirnya habis tanpa disadari. read more

Sepenggal Napak Tilas

Saya senang membaca buku-buku lama yang memuat banyak gagasan cemerlang tentang pendidikan, baik dalam lingkup keluarga maupun dalam lingkup yang lebih luas. Meskipun tentu saja tidak semua pemikiran mereka cocok untuk saya terapkan di dunia yang sekarang. Sebelum berjumpa dengan penulis-pemikir hebat  tersebut, tidak jarang saya harus (terpaksa) membaca buku-buku yang sebaliknya. Sempat tersesat dengan metode-metode yang disodorkan. Tetapi bersyukur saya berhasil segera mengubah arah ke posisi yang benar. read more

Matano di Suatu Ketika

Minggu pagi adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh kami, kaum anak-anak. Tetapi bisa pula menjadi hari yang sebaliknya, dihindari. Ia akan dinanti-nanti jikalau hari itu diisi dengan rencana berenang di danau yang tak jauh dari rumah. Sebaliknya, menjadi hari yang akan terasa membosankan manakala Bapak menggaungkan harus bekerja bakti di halaman rumah beberapa hari sebelumnya. Begitulah kami, anak-anak usia awal belasan tahun yang tentu saja akan lebih menikmati berenang daripada bekerja. Sebuah pilihan yang wajar. Bersenang-senang tanpa keharusan bekerja selalu lebih menyenangkan di mana pun dalam kehidupan kanak-kanak. read more

Anak dan Sekolah

Anak-anak setahu saya sangat mendambakan sekolah. Masih di usia balita saja ada yang sudah mendesak untuk diikutkan sekolah. Ia ingin seperti teman-temannya yang lebih besar, setiap pagi berangkat ke sekolah. Ramai-ramai berjalan kaki, pulang pun tetap riang, ceria berlarian sambil tertawa-tawa.

Jika pun belum sampai umurnya, ia sudah cukup puas dengan berlagak seolah-olah bersekolah. Minta dibelikan tas ransel kecil, tempat bekal air minum dan kue-kue. Lalu merengek minta diantar ke sekolah kendati hanya berputar-putar dibonceng motor sekitar kompleks rumah. Sesekali ia meniru suara guru menjelaskan dengan mengajak anak-anak kecil seusianya untuk jadi murid, bermain sekolah-sekolahan. Lagi-lagi pengalaman itu ia dapatkan dari hasil peniruannya di suatu ketika. read more

Karisma

Di sebuah kenduri keluarga, seorang ibu menatap anaknya, tak berkedip, lurus menyentuh hingga terasa ke palung hati terdalam. Tanpa kata-kata, hanya gerakan mata. Sebagai penanda ada sesuatu yang menyimpang dalam geraknya. Si anak  sadar dia harus segera  mengubah perilaku.

Di tempat lain, kakak-adik sedang terlibat percekcokan kecil yang makin lama makin serius. Si kakak tidak mau kalah, adik terlebih-lebih. Suara tinggi ibu tiba-tiba terdengar menggema ke dalam ruangan. Menghentikan dua anak kecil yang sedang bertikai. read more

Ingin Berhasil tapi Minim Usaha

Kesuksesan harusnya seiring sejalan dengan usaha yang kita kerahkan. Karena langka terjadi sukses yang diraih tanpa kerja keras atau usaha yang sungguh-sungguh. Tetapi begitulah kita manusia, yang memiliki tabiat ingin segalanya terwujud tanpa usaha yang sungguh-sungguh. Sehingga tidak heran jika banyak yang doyan menempuh cara-cara instan untuk meraih suatu keberhasilan. Dan itu sudah jamak terjadi di negeri ini. Mulai cara masuk sekolah setingkat TK hingga skala perguruan tinggi. Demi mencapai keinginannya banyak yang rela menempuh jalan pintas meski secara kualitas hasilnya mengkhawatirkan. read more