Arsip Kategori: Parenting

Jalan-jalan Parenting

Sore yang masih menyisakan terik bercampur debu Kota Makassar mengiringi perjalanan kami ke penghujung salah satu desa di Kabupaten Gowa. Jarak yang singkat (105 km) dengan kondisi jalan yang belum bagus harus ditempuh dalam waktu tiga jam lebih, bahkan hampir empat jam. Berangkat pukul lima sore, sempat terhenti beberapa saat di daerah Hertasning untuk menyaksikan iring-iringan kendaraan pejabat melintas.

Sepanjang perjalanan, saya mencoba memvisualisasikan dalam benak tempat kegiatan nanti akan dilangsungkan, seperti apa antusiasme warganya. Model dialognya bagaimana, seberapa dalam pemahaman mereka soal parenting yang akan dibahas nanti. Mengingat selama ini saya lebih banyak bertemu dan berinteraksi dengan orangtua-orangtua yang tinggal di daerah perkotaan. Dalam hati saya salut pada keinginan mereka untuk belajar mengasuh anak. read more

Ritual Lebaran

Banyak hal yang berubah dari tahun ke tahun setiap lebaran tiba. Namun satu tradisi yang masih sulit kami tinggalkan, yakni menyediakan makanan khas lebaran, berupa ketupat atau buras. Memasaknya pun menggunakan kayu seperti di kampung-kampung kala kami kecil dulu. Padahal jika ingin praktis bisa saja dimasak dengan kompor gas yang nyala apinya tentu lebih stabil dibandingkan menggunakan kayu yang tiap beberapa menit harus ditengok. Apakah api yang membakar kayu masih menyala atau jangan-jangan ada di antara kayu-kayu itu yang memendek dan akhirnya habis tanpa disadari. read more

Sepenggal Napak Tilas

Saya senang membaca buku-buku lama yang memuat banyak gagasan cemerlang tentang pendidikan, baik dalam lingkup keluarga maupun dalam lingkup yang lebih luas. Meskipun tentu saja tidak semua pemikiran mereka cocok untuk saya terapkan di dunia yang sekarang. Sebelum berjumpa dengan penulis-pemikir hebat  tersebut, tidak jarang saya harus (terpaksa) membaca buku-buku yang sebaliknya. Sempat tersesat dengan metode-metode yang disodorkan. Tetapi bersyukur saya berhasil segera mengubah arah ke posisi yang benar. read more

Matano di Suatu Ketika

Minggu pagi adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh kami, kaum anak-anak. Tetapi bisa pula menjadi hari yang sebaliknya, dihindari. Ia akan dinanti-nanti jikalau hari itu diisi dengan rencana berenang di danau yang tak jauh dari rumah. Sebaliknya, menjadi hari yang akan terasa membosankan manakala Bapak menggaungkan harus bekerja bakti di halaman rumah beberapa hari sebelumnya. Begitulah kami, anak-anak usia awal belasan tahun yang tentu saja akan lebih menikmati berenang daripada bekerja. Sebuah pilihan yang wajar. Bersenang-senang tanpa keharusan bekerja selalu lebih menyenangkan di mana pun dalam kehidupan kanak-kanak. read more

Anak dan Sekolah

Anak-anak setahu saya sangat mendambakan sekolah. Masih di usia balita saja ada yang sudah mendesak untuk diikutkan sekolah. Ia ingin seperti teman-temannya yang lebih besar, setiap pagi berangkat ke sekolah. Ramai-ramai berjalan kaki, pulang pun tetap riang, ceria berlarian sambil tertawa-tawa.

Jika pun belum sampai umurnya, ia sudah cukup puas dengan berlagak seolah-olah bersekolah. Minta dibelikan tas ransel kecil, tempat bekal air minum dan kue-kue. Lalu merengek minta diantar ke sekolah kendati hanya berputar-putar dibonceng motor sekitar kompleks rumah. Sesekali ia meniru suara guru menjelaskan dengan mengajak anak-anak kecil seusianya untuk jadi murid, bermain sekolah-sekolahan. Lagi-lagi pengalaman itu ia dapatkan dari hasil peniruannya di suatu ketika. read more

Karisma

Di sebuah kenduri keluarga, seorang ibu menatap anaknya, tak berkedip, lurus menyentuh hingga terasa ke palung hati terdalam. Tanpa kata-kata, hanya gerakan mata. Sebagai penanda ada sesuatu yang menyimpang dalam geraknya. Si anak  sadar dia harus segera  mengubah perilaku.

Di tempat lain, kakak-adik sedang terlibat percekcokan kecil yang makin lama makin serius. Si kakak tidak mau kalah, adik terlebih-lebih. Suara tinggi ibu tiba-tiba terdengar menggema ke dalam ruangan. Menghentikan dua anak kecil yang sedang bertikai. read more

Ingin Berhasil tapi Minim Usaha

Kesuksesan harusnya seiring sejalan dengan usaha yang kita kerahkan. Karena langka terjadi sukses yang diraih tanpa kerja keras atau usaha yang sungguh-sungguh. Tetapi begitulah kita manusia, yang memiliki tabiat ingin segalanya terwujud tanpa usaha yang sungguh-sungguh. Sehingga tidak heran jika banyak yang doyan menempuh cara-cara instan untuk meraih suatu keberhasilan. Dan itu sudah jamak terjadi di negeri ini. Mulai cara masuk sekolah setingkat TK hingga skala perguruan tinggi. Demi mencapai keinginannya banyak yang rela menempuh jalan pintas meski secara kualitas hasilnya mengkhawatirkan. read more

Mencintai Kehidupan, Didiklah Manusia

Memilih jalan hidup yang dekat dengan anak-anak dan orangtua saat ini tidak pernah masuk dalam daftar cita-cita dan impian masa kecil saya. Seperti banyak anak-anak lain yang ketika ditanya ingin menjadi apa mereka nantinya seperti itu pulalah kurang lebih gambaran dalam ingatan berpuluh tahun lalu. Ketika guru menunjuk secara bergilir murid-murid untuk ke depan kelas menceritakan cita-citanya masing-masing. Hari ini ingin menjadi guru, bulan depan berubah keinginan jadi insinyur, lalu di akhir tahun berganti cita-cita hendak menjadi penerjemah Presiden di istana. read more

Mengagungkan Lisan

Kata orang-orang dalam beberapa hal saya memiliki banyak kemiripan dengan Bapak. Dari cara jalan, bagaimana menjejakkan kaki kanan dan kiri yang meskipun tampak lambat dan jauh menjangkau ke depan, namun iramanya cepat dan konstan. Postur tubuh yang cenderung lurus bahkan sedikit maju mulai bahu hingga pinggang. Serius dan menyimak jika mendengar orang berbicara. Bapak  sangat tidak suka pada orang yang seenaknya memotong pembicaraan, baik secara sadar maupun tanpa disadarinya. Kami, anak-anaknya pun dipetuahi begitu. Itulah mungkin salah satu sebabnya hingga seusia ini saya lebih senang mendengar orang lain berbicara daripada saya yang harus berbicara kecuali diperlukan. read more