Arsip Kategori: Parenting

Anak dan Gawai, Suara Lirih Keprihatinan

Di zaman kini, agaknya akan sulit menemukan anak-anak yang tidak memegang handphone. Bahkan ada seorang ibu bertanya kepada saya, amankah jika anak-anak yang masih di bawah usia tiga tahun sudah diperkenalkan dengan gadget?  Saya bisa membaca keresahan ibu tersebut. Mungkin yang ia harapkan adalah jawaban ‘aman’ atau ‘boleh’. Mengingat demikian sulitnya menghindarkan anak-anak kecil dari benda ajaib ini.

Saking sulitnya bersikap terhadap persoalan ini, bahkan seorang pendidik, guru, atau pemerhati parenting pun masih banyak yang kecolongan dengan bersikap permissive terhadapnya. Sering dalam keluarga saya berkalakar mengatakan, jika kita tidak mampu memasang benteng yang kuat terhadap godaan sesuatu, maka bersyukurlah pada kondisi ketidakmampuan. Tidak mampu memiliki benda penggoda yang dimaksud, sehingga pengendalian diri pun diambil alih oleh situasi ‘yang tidak menguntungkan’ tersebut. read more

Mencari Ibu Sejati

Dalam sebuah dongeng H.C. Andersen yang terkenal, tersebutlah seorang putra Raja yang sudah sekian lama belum juga mendapatkan pendamping hidup. Raja dan Ratu pun mulai risau. Sayembara-sayembara yang digelar dalam usaha mencari pendamping yang selaras dengan kriteria putra Raja tak juga membuahkan hasil. Putri sejati tak kunjung bersua.

Hingga pada suatu malam yang gelap disertai petir dan hujan deras, seseorang mengetuk pintu istana Raja. Pelayan pun membuka pintu dan mendapati seorang gadis sedang berdiri menggigil kedinginan di tengah hujan dan gelapnya malam. Lalu si pelayan mengajak si gadis masuk ke dalam istana menemui Raja dan Ratu. read more

Pentingnya Belajar Menulis

Sebagaimana biasa kelas dimulai dengan membaca dan menyimak karya tulis teman-teman peserta yang hadir siang itu. Si empunya tulisan membacanya dan yang lain menyimak sambil memegang kertas gandaannya. Tulisan bebas saja, tak ada keharusan mesti menuliskan jenis apa. Mau puisi satu paragraf, cerpen satu halaman, ataupun opini berlembar-lembar. Siapa pun bebas mengalirkan ide dalam bentuk yang dipilihnya.

Lalu dengan suara yang cukup lantang dibacakanlah hasil karya tersebut. Ada yang membaca dengan intonasi yang cukup baik, ada yang seadanya alias datar saja. Tetapi ada juga yang cukup merdu. Iramanya enak, pemenggalan frasa dan kalimatnya pas di telinga. Yang mendengar, meskipun tidak kebagian kertas hasil tulisan tersebut, tetap bisa menyimak dan menangkap kalimat demi kalimat yang mengalir dari mulut si pembaca. read more