Arsip Kategori: Puisi

Lipatan Koran Pagi dan Puisi-Puisi Lainnya

Lipatan Koran Pagi

Kubaca sajakmu di koran pagi, tentang rumah-rumah yang di gusur hari itu
Seorang bocah berjongkok di depan reruntuhan, mencari rautan pensilnya,
Yang di bawa buldozer, ketika ia masih lelap, sajak-sajakmu berpijar seperti lidah api
Membakar sebuah gang sempit, di halaman pertama berita pagi. Di samping iklan perumahan mewah.

Apa yang diingat setelah semua menjadi abu?
Nama-nama yang pernah singgah, jalan-jalan tergenang, atau musim yang payah. Kau sebut peristiwa di pagi penuh amarah, toko-toko di jarah, Kepulan asap membakar langit kota, read more

Narasi Cinta dan Puisi-puisi Lainnya

Narasi Cinta (1)

Aku menikmati cinta yang sunyi
Tanpa kata
tanpa kalimat

Aku menikmati cinta
yang hening
tanpa suara
tanpa nada

Cinta kubiarkan tumbuh di selasar ruang sepi

Mengamati setiap inci dirimu
Memikatmu dengan laku

Etah engkau bagaimana
Tapi tatapmu punya isyarat
Senyummu mengandung sajak-sajak rindu

Ataukah ini hanya tafsirku
Yang pasti
di sini ada cinta yang memilihmu
sedang beranjak
bergegas menujuhmu

Narasi Cinta (2)

Aku tahu mencintaimu memiliki konsekuensi begitu berat

Ada terjal
Ada pengasiangan
Ada kutuk tak berakhir read more

Mawar Hitam dan Puisi-puisi Lainnya

Mawar Hitam 

Mawar hitam..

Kau pernah hidup dalam imajinasi,

Kini telah tumbuh dengan liar di kejauhan sana

Berkembanglah, kujaga engkau dari kejauhan sini.

Terjagalah dalam sujud dan mekarlah bersama doa.

Mawar hitam..

Tetaplah menjadi dirimu yang liar dalam pusaran arus Globalisasi

Alam

Alam mengisyaratkan setiap ummat untuk beranjak dari keterpurukan,

Ia pun mengabarkan deritanya melalui Isyarat.

Alam mampu menembus setiap jiwa dalam dimensi yang berbeda-beda.

Alam mampu menggelisahkan, juga mampu menggetarkan. read more

Waktu dan Puisi-puisi Lainnya

Waktu

Pada saat waktu akan wicara
tentang keheningan

Ada refleksi yang silau tentangmu

Ada ingatan yang berlarian
berkejaran menapaki lekuk-lekuk kenangan

Pada saat waktu bertutur
Aku melihat huruf-huruf tentang jarak

Pada saat waktu bersajak
ada bait-bait lirih hidup tanpamu

Di sela-sela kata sajak waktu
ada huruf-huruf kesedihan yang terurai bila tak ada namamu ikut serta

Aku di sini selalu menanti waktu
Datang memberiku
larik-larik berbeda

Mengajakku menghayati duniamu
tanpa jeda
Tanpa ada yang lalu
kini
dan
akan datang read more

Ketika Doa-doa Daun-daun Gersang Terkabulkan dan Puisi-puisi Lainnya

HUJAN MUHARAM

Langit muharam kelabu
Lengkapi musim yang suri
Bumi sunyi perlahan diludahi gerimis kamis
Santri- santri menari di bawah rindang ketapang
Bunga-bunga temukan hidup dipenjara kemarau
Tangisan awan semakin sedu
Deraslah hujan
Deraslah hujan
Deraslah hujan
Mengguyur dosa terhadap tuhan
Salam –salam syukur pada-Nya sedalam cinta bertasbih

Hujan muharam membawa cinta- Mu padaku
Di pelukan matahari melisan rinduku pada-Mu

Pangkep, 21 September/01 Muharam 2017

WAHAI ARBINU

Kutemukan syairmu di bawah gundukan pasir
Tentang suara sunyi yang disembunyi
Bagaimana amarah dikunci dalam getiir
Sedalam apa dendam dicuci sepi read more

Samita dan Puisi-Puisi Lainnya

Samita

“Pada suatu ketika
Sesekali aku menguluk senyum,
Tidak ada balasan..
Kemudian sedikit tertawa..
Lalu..
Diam..
Setelahnya, aku memilih pergi..
Pulang dan berjumpa kesunyian..
Di rumah, Samita menunggu hendak menemani sepi malamku
Samita, gadis yang penuh rasa keingintahuan..
Samita sesaat menjadi penawar qalbu yang diterpa badai kerinduan..
Berdua menikam malam dengan secangkir kopi hitam..
Berbincang tentang batik hingga kedirian dan kesendirian
Syahdu kita dalam romantisme sederhana..
Larut dalam keberduaan yang tunggal..
Dan ba bi bu
Hilang dalam kenikmatan.. read more

Jendela dan Puisi-Puisi Lainnya

Jendela

Saban pagi aku membukanya
Menyingkap tirainya beserta doa-doa
Angin baik, hujan dan kicau burung
dan embun sisa semalam pada kisi-kisinya

Saban pagi aku selalu membukanya
Suatu saat di bilangan pagi yang entah keberapa
Wajahmu muncul di balik tirai
beserta doaa-doaa..

Makassar, Juli 2017

Katamu, tidak semua bisa diungkapkan lewat kata-kata

Seperti malam pada gulita
Dan api pada nyala
Sunyi kita berbicara
Semesta menciut sebatas pelukan

Seperti malam pada gulita
Katamu tidak semua bisa diungkapkan lewat kata-kata
Tapi aku adalah mata
yang mencari petanda read more