Arsip Kategori: Resensi Buku

Rashomon: Membincang Kegilaan

Setelah membaca Rashomon (2015), kumpulan cerpen karya Akutagawa Ryunosuke, saya lantas dilanda heran. Mengapa juga orang yang pernah mengalami sakit jiwa, justru melahirkan karya yang sangat brilian? Anda mungkin mengenal Nietzsche, yang dalam kondisi kejiwaan yang sakit justru lebih produktif menulis buku yang berisikan pemikiran cerdas dan rumit. Konon, The Will to Power lahir di puncak-puncak kegilaannya. Lantas, bagaimana dengan Akutagawa? Membaca Rashomon maka anda mungkin akan sulit mempercayai jika penulisnya adalah persona yang pernah ditimpa schizophrenia, dan akhirnya bunuh diri di usia 35 tahun. read more