Ujian Nasional dan Pesan Munif Chatib

Bertahun-tahun lalu saat belum tersentuh oleh wacana sekelas Paulo Freire dan seri buku-buku Munif Chatib, seperti Sekolahnya Manusia, Gurunya Manusia, Kelasnya Manusia, Orangtuanya Manusia, dan judul-judul lainnya, kami memiliki sikap seperti pada umumnya orangtua lain yang cemas menghadapi Ujian Nasional setiap tahunnya.

Puluhan tahun terpasung dalam sistem pendidikan yang berfokus pengetahuan kognitif semata, yang menggiring anak-anak untuk berbondong-bondong ke sekolah, duduk patuh dengan tangan terlipat, mulut dikunci, lalu mendengarkan omongan bapak dan ibu guru. Di akhir penjelasan, anak-anak diminta untuk bertanya, namun saat pertanyaan dilontarkan murid, guru pun menyela tak sabar, “Soal apa lagi yang kamu tidak mengerti?” Anak pun tertunduk bingung menghadapi pertentangan yang terjadi di depan mata. read more

Basirah dan Puisi-Puisi Lainnya

Basirah

untuk guruku: HB

aku bertekuk pikir di hadapan tuturnya

aku tertunduk zikir pada pusaran petuahnya

apa yang bakal kuajukan sebagai tanya, telah dijawabnya, sebelum lisanku menguarkannya

sederet gejolak batinku, sudah diredamnya, sedini asaku menabalkannya

sabdanya serupa hikmah dari langit, berjatuhan bagai biji-biji hujan

adakah ia titisan Ilahi sebagai titianku?

basirahnya menerungku jiwaku,  ragaku tertawan dalam takjub

Pulang

Engkau menawarkan dua jalan pulang

jalan senyap dan jalan hikmat read more

Mahasiswa, Demokrasi dan Perspektif Terhadapnya

Sungguh kehormatan bagi saya, sebagai penulis awam dan pemula tentu menuai bahagia dan rasa puas jika tulisan saya dibaca oleh yang lain. Apalagi jika ada yang dengan bersungguh-sungguh menanggapi dan memberikan kritik. Hemat saya ini langkah maju bagi aktivitas menulis khususnya bagi saya. Menurut Karl Popper, pengetahuan yang baik adalah ia yang punya tingkat presisi yang tajam. Bukan tanpa kritik melainkan ia yang terbuka untuk dikritik. Olehnya itu saya menganggap ini sebagai proses dialektika yang perlu untuk direspon baik. read more

Menakar Nalar Demokrasi Rakyat dan Mahasiswa

Bahas Pemilu, demokrasi dan politik itu berat yah, cukup politisi, akademisi, mahasiswa, dan aktivis saja. Rakyat tidak akan kuat, karena rakyat hanyalah objek yang pasif atau pelengkap dalam sebuah negara demokrasi yang masih didominasi oleh kuasa modal, kekuatan elit oligarki yang dilakukan dengan praktik tranksaksional. Tulisan ini mencoba untuk mengkritisi tulisan sebelumnya dari Sopian Tamrin berjudul Mahasiswa dan Kosongnya Nalar Demokrasi yang dipublikasikan kalaliterasi.com pada tanggal 17 Maret 2019. read more

Kisah Liyan Sawerigading Datang Dari Laut 

Tidak bisa dimungkiri buku kumcer Faisal Oddang Sawerigading Datang dari Laut, sudah memikat sejak dari covernya. Kombinasi warna merah-biru malam membentuk karikatur ombak bergelombang  dengan siluet seseorang sedang berjalan di atas air, menjadi daya tarik tersendiri memancing saya untuk segera memilikinya. Ketika melihat penulisnya dan tertera nama Faisal Oddang, menambah keyakinan saya agar segera membayarnya di meja kasir.

Sebagai orang Sulawesi Selatan, Sawerigading Datang dari Laut adalah judul yang provokatif. Sebab, seperti sudah diketahui sebelumnya, cerita Sawerigading selalu diasosiasikan dengan nenek moyang orang Sulawesi yang berasal dari “Dunia Atas”. read more

Pergulatan Kata-kata

Beberapa bulan berlalu saya mandek menulis. Entah kenapa. Yang saya percaya, bahwa memulai kembali sebuah kebiasaan ibarat mendaki gunung yang tinggi. Perjuangannya sungguh luar biasa. Makanya janganlah pernah merasa bangga ketika sudah melahirkan karya semisal buku atau sederet tulisan di sejumlah media. Karena bagi saya menulis itu mestilah menjadi sebuah kebiasaan. Seperti halnya ketika bangun pagi dan kita butuh ngopi atau sarapan. Terasa ada yang kurang jika dalam satu hari kita tidak melakukannya. Dalam permisalan minum kopi mungkin saja ada sinyal yang dikirim otak ke sistem tubuh yang mengakibatkan kepala jadi terasa sakit. Nah, dalam menulis, efek apa yang akan dirasakan jika berhenti melakukannya? Setiap orang akan menyodorkan jawaban yang bervariasi. read more

Mahasiswa dan Kosongnya Nalar Demokrasi

Tak bisa dinafikan, dinamika politik betul-betul menyita perhatian kita. Di mana-mana, percakapan kita akhir-akhir ini selalu terkait atau dikaitkan perihal eforia menyambut geliat demokrasi dalam tahun politik. Forum- forum diskusipun tiba-tiba ramai mengangkat tema bertajuk politik, mulai dari pemuda dan politik, politik milenial, atau politik dan hoaks. Dari sekian banyak variasi tema yang seringkali kita temui kata ‘pesta demokrasi’ menjadi satu di antaranya yang paling ramai. Juga tulisan ini coba menyinggung perihal tersebut berikut implikasinya. read more

Disfungsi Hukum dalam Kontestasi Politik 2019

Sejak genderang politik telah ditabuh, situasi sosial politik di Indonesia kian memanas. Gelar pentas demokrasi yang menyuguhkan berbagai intrik dan polemik seolah semakin mempertegas akan carut marutnya pelaksanaan demokrasi di negeri ini. Realitas objektif yang tampak dalam kontestasi politik tahun 2019 adalah rivalitas negatif, sentimen identitas, dan politisasi berbagi isu oleh masing-masing kubu.

Beberapa kenyataan dapat digunakan sebagai justifikasi teoritis maupun praktis bahwa pesta demokrasi di Indonesia tidak layak untuk dibanggakan. Beberapa kalangan berbicara tentang pemilihan umum jujur dan adil (jurdil), tapi kenyataan yang muncul adalah sebaliknya. read more

Timbal Balik dan Puisi-puisi Lainnya

Timbal Balik

Kokok ayam jantan menyapa pagi,
Membuatku tersentak dari mimpi indahku
Dengan sepenuh kesadaran melangkahkan kaki mengintip sela-sela jendela rumah,
Menatap langit dan bumi yang sulit di satukan
Terkesima diri dalam kesadaran..

Sadar bahwa indah birunya awan takkan menurunkan air hujan,
Tanpa keikhlasan sang bumi degan bening air laut dan pesona danaunya menguap memenuhi hasrat birahi sang awan..

Sadar bahwa jarak bumi dan laut sulit di rangkai dalam kata dan kalimat,
Namun nyatanya awan pun dengan syahdunya menabur butiran barisan air hujan
Demi mekarnya sang bunga di taman.. read more

Tahun Politik dan Defisit Etika Publik

Salah satu tantangan serius yang dihadapi bangsa Indonesia, utamanya di tahun-tahun politik adalah persoalan etika publik, yaitu soal pilihan antara yang baik dan buruk, lakukan atau jangan lakukan. Di sanalah problem mendasar penyelenggaraan kehidupan berwarga dan bernegara kita. Itulah kenapa etika publik menjadi penting dan mendesak untuk terus dipercakapkan dan dirawat.

Tahun politik seringkali menampilkan dua paras. Paras yang eksploitatif dan paras yang emansipatif. Kita membayangkan tahun politik menjadi stasiun persinggahan untuk menuju stasiun akhir cita-cita politik, yaitu merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Bukan tipu-menipu, hoaks, jegal-jegalan dan hujat-hujatan. Politik, etika dan kepublikan adalah tiga hal yang sebetulnya berbeda tapi tak dapat dipisahkan. Memisahkannya berarti membunuh demokrasi dan ide republik. Pelayanan publik, kebijakan publik, argumentasi di ruang publik, hukum dan seterusnya adalah merupakan produk dalam arena politik. Oleh karena itu politik tidak boleh dipisahkan dari etika publik. read more

Kelas Literasi Paradigma Institute