Sang Tamu

Adakah kerinduan yang melebihi kerinduan seorang penanti, bila sebelas bulan kepergiannya akan datang bertamu lagi?  Begitulah Ramadan, salah satu bulan yang dinanti bagi perindu. Bulan Ramadan, merupakan bulan ke-9 dalam kalender Islam, . Jika tidak ada yang merintanginya – pastilah tak ada yang menghalanginya –  pekan terakhir bulan ini, sang Bulan, yang dinisbahkan sebagai bulannya umat Muhammad SAW, hadir menyata. Bukan saja yang bernama Ramadan atau Ramadani yang beriang bahagia, tapi sekaum penunggu akan mempersiapkan diri menyambutnya. read more

Membaca Natisha Bersama Pinkola dan Campbell

Adalah Khrisna Pabichara Marewa, yang menganggit kembali sebuah novel berjudul Natisha. Menurutnya, novel ini serupa dengan anak ruhaninya. Setelah sebelumnya, sudah mengarang novel, Sepatu Dahlan (2012) dan Surat Dahlan (2013). Novel ini, dirahimi selama 11 tahun, dengan mengalami dua kali “keguguran”, akibat dari disket yang basah dan laptop digondol maling. Proses akhir penulisan, setelah siuman kembali, hanya memakan waktu 2 bulan. Dan, novel Natisha ini, telah diakikah pada acara Makassar International Writers Festival (MIWF), 18 Mei 2016 bertempat di Fort Rotterdam Makassar. read more

Jalan Kerelawanan

Ada dua perhelatan yang saya anggap penting  di bulan Mei 2016. Pertama, tanggal 18-21, hajatan Makassar  Interbational Writers Festival  (MIWF) digelar untuk keenam kalinya di kota mukim saya, Makassar. Para penulis berdatangan, baik dari dalam negeri– penulis nasional dan lokal—maupun manca negara. Kedua, tanggal 25, merupakan Hari Inspirasi, yang didedahkan oleh Kelas Inspirasi Bantaeng (KI-B), yang menabalkan 10 sekolah untuk disambangi dalam berbagi inspirasi dari ratusan kaum profesional, berlangsung  di kampung kelahiran saya, Butta Toa-bantaeng.  Dua even tahunan ini, selalu menyita perhatian saya karena amat terikat secara emosional. Bila di MIWF, ikatan itu berwujud selaku pegiat literasi, maka KI-B berupa sebagai koordinatar relawan. read more

Leicester, Attila dan Sang Wise

Pertandingan ke-38  Liga Primer Inggris di gelar pada tanggal 15 Mei 2016, menandai berakhirnya musim kompetisi 2015-2016. Sebelum pertandangan ini berlangsung, telah ada juaranya, Leicester. Sejak pertandingan ke-36, setelah Chelsea VS Tottenham Hostpur  meraih hasil imbang, Leciester pun dinyatakan sebagai juara. Publik sepak bola terhenyak, betapa tidak, klub ini statusnya sebagai klub promosi kemudian jadi juara. Leicester adalah klub yang tidak kaya dan tak punya pemain bintang, bakal berlaga di Liga Champion Eropa, yang lebih banyak diikuti oleh klub-klub kaya dengan para bintangnya. Ini sebuah keajaiban, semakin menandaskan bahwa bola itu bundar. read more

Mi’raj dan Pembebasan

Bagi penyuka hari libur, angka merah – kadang juga hijau, tapi lebih populer dengan istilah “tanggal merah”– di kalender adalah waktu yang paling dinanti. Dan, di pekan pertama bulan Mei 2016, benar-benarlah berkah bagi banyak orang. Soalnya, pada tanggal 5-6, diganjar sebagai hari libur nasional. Latar penetapan libur itu, dutujukan sebagai peringatan akan dua peristiwa besar, Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan Kenaikan Isa al-Masih. Dua peristiwa bersejarah yang diperingati itu, merupakan momentum kilas balik yang menandai terjadinya perubahan peta peradaban umat manusia di kemudian hari. Dua hari libur ini, bertepatan dengan  hari Kamis-Jumat, bahkan sebagian orang libur juga di hari Sabtu, ditambah lagi hari Ahad, benar-benarlah libur panjang, sepenggal waktu yang disediakan untuk membebaskan diri dari rutinitas yang memenjara. Ini sebentuk keberkahan hidup. read more

Catatan KLPI Pekan 15

Kelas dimulai dengan suara abaaba Hajir, itu tanda forum dibuka. Setelah mengucap beberapa kata, orang pertama yang membacakan tulisannya adalah Asran Salam. “Cinta Seorang Kierkegaard,” begitu Asran Salam mengucapkan judul tulisannya. Agak lama ia mengeja tulisannya. Sekira hampir sepuluh menit. Setelah itu, satu persatu mata mempelototi naskah yang dibagikannya. Hal ini adalah kebiasaan yang sudah jadi mekanisme menggeledah tulisan. Siapa pun punya tulisan akan tetap dilucuti satusatu , entah itu soal EYD, kelogisan gagasan, keterhubungan kalimat, atau bahkan sampai soal gaya tulisan. read more

Literasi Terasi dan Terasi Literasi

Tidak banyak insan yang mengisi hari libur dengan berbagi kepada sesama. Sebab, bagi kebanyakan orang, liburan adalah buat keluarga, atau setidaknya, menjadi ajang memanjakan diri, mengurus soal-soal pribadi. Tapi, bagi empat pembicara di Seminar Nasional yang bertajuk: “Narasi Kepustakawanan dalam Gerakan Literasi”, yang diselenggarakan oleh IKA Ilmu Perpustakaan dan HMJ Perpustakaan UIN Alauddin Makassar, memilih menunda liburannya, dan mengada untuk berbagi, membagi apa yang tidak hilang kalau dibagi, ilmu dan pengalaman. read more

Enam Puluh

Ada apa dengan angka  60 (enam puluh)? Yang jelas, tidak ada kaitan erat dengan film  Ada Apa dengan Cinta (AADC)2, yang lagi ramai diobrolkan dan penontonnya masih antrian mengular. Pun, angka 60 ini, bukan merupakan usia kiwari saya, sebab saya masih harus melata sebelas tahun untuk tiba di angka itu. Semuanya bermula dari rilis yang dikeluarkan oleh Central Connecticut State University AS, yang menempatkan Indonesia pada peringkat 60 dari 61 negara yang diteliti tingkat literasi warganya. Jadi, ini soal peringkat literasi dari suatu bangsa. read more

Catatan KLPI Pekan 14

Orangorang berkumpul hanya ingin banyak berbicara, orangorang menepi hanya untuk menulis. 

Suatu tindakan harus dimulai dengan satu kemauan, sekaligus karena itu di baliknya perlu ada seribu kesabaran.

Kelas literasi PI, awalnya bukan mau menyoal jumlah. Pertama kali dirintis, kalau tidak salah ingat, kelas dibangun berdasarkan visi gerakan. Sementara logika gerakan bukan mengutamakan jumlah. Itulah sebabnya KLPI menaruh utama pada niat. Kemauan. Karena itu semua kawankawan mesti tahu, kunci gerakan satusatunya adalah niat mau memikul visi. Makanya, sampai hari ini KLPI belum mau membikin barisan massa. Yang jadi tujuan orangorang yang mau belajar. Yang mau menerima visi literasi. Cukup itu saja. read more

Sampah Plastik dan Tindakan Sederhana

Pagi masih buta, saya sudah dijemput oleh mobil angkutan langganan, yang akan membawa balik ke Makassar, setelah berakhir pekan di Bantaeng. Entah yang keberapa kalinya saya melakukan perjalanan ini, yang pasti, saya lebih banyak menggunakan angkutan umum, setelah saya kurang kuat lagi naik motor. Waima begitu, semuanya berjalan lancar, dengan mengeluarkan uang sewa sebesar empat puluh ribu rupiah, saya sudah mendapatkan jatah satu tempat duduk dan berkuasa penuh atasnya.

Apatah lagi, oleh mobil langganan saya, selalu diberi fasilitas duduk di depan. Dan, leluasalah  melihat kejadian-kejadian sepanjang perjalanan, termasuk  menyaksikan mobil Toyota Fortuner, bernomor polisi dua digit, yang kalau diperhatikan akan terbaca nama si pemilik. Saya yakin, orang mengendarai mobill itu orang berpunya, namun sayang penumpangnya membuang sampah seenaknya di jalan. Sampah makanan itu beterbangan, menumbuk aspal, membuat pikiran saya berkecamuk. Membatinlah saya, ternyata, keberpunyaan seseorang, tidak selalu terdidik dengan baik, setidaknya di ranah kebersihan. read more

Kelas Literasi Paradigma Institute