Ramadan

Pengalaman puasa adalah pengalaman menemukan otentisitas “sang aku”. Ia cara manusia membebaskan diri “dari” sesuatu dan “untuk” sesuatu. Agama menyebutnya  “sang aku” yang menahan  diri dari  godaan hawa nafsu , sekaligus juga untuk meraih apa yang dibilangkan agama sebagai puncak puasa: takwa.

Dengan kata lain, puasa adalah mekanisme  diri untuk kembali ke keaslian parasnya dengan diraihnya predikat takwa seperti dalam kosakata Al  Quran.

Keotentikan diri yang diupayakan selama berpuasa sepadan dengan bunyi hadis qudsi yang mengatakan barang siapa mengenal dirinya dia mengenal Tuhannya. “Sang aku” yang ril disebutkan ceruk yang mampu membawa pemahaman manusia  mengenal siapa Tuhannya. Dari sang diri yang otentik, manusia dapat