Arsip Tag: Literasi

Teknologi, Hoax dan Perlawanan Literasi

Kita tahu bersama, manusia telah berjalan melawati puluhan juta tahun untuk sampai di era sekarang. Sudah banyak yang pergi dan datang. Kita juga tahu bersama,bahwa pada puluhan juta tahun yang lalu, manusia pernah hidup dengan berkoloni dan berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Manusia kala itu, memiliki pengetahuan yang kompleks dan holistik tentang alam semesta. Literasinya tidak pada lembaran-lembaran buku. Tapi pada alam semesta yang penuh misteri. Manusia purba demikian para antropolog menamainya hidup damai bersama alam semesta. Mereka mengambil seadanya dari alam, sekadar untuk hidup. Nalar mereka adalah nalar kebutuhan bukan keserakahan. read more

Mahasiswa Kini

“Hidup adalah soal keberanian menghadapi yang tanda tanya,

tanpa kita mengerti, tanpa bisa kita menawar.

Terimalah dan hadapilah”

“Tetapi kenang-kenangan demonstrasi akan tetap hidup.

Dia batu tapal daripada perjuangan mahasiswa Indonesia,

batu tapal dalam revolusi Indonesia dan batu tapal dalam sejarah Indonesia.

Karena yang dibelanya adalah keadilan dan kejujuran”

—Soe Hok Gie—

Apa definisi mahasiswa? Sebuah tanya yang tak mudah kita menemukan jawaban yang pasti tentangnya. Kecuali jika mengacu pada jawaban normatif dari undang-undang bahwa ia adalah seseorang yang terdaftar di salah satu perguruan tinggi dan mengikuti semester berjalan. Mungkin kerumitan menemukan jawaban tentang apa itu mahasiswa saat ini, tidak lepas dari fenomena mahasiswa itu sendiri. Barangkali karena kita membandingkan mahasiswa sekarang dengan mahasiswa yang dulu semisal Tan Malaka, Syahrir, Hatta, dan Soekarno dll. read more

Makassar Kota Dunia, Kota Literasi?

Mengimajinasikan Makassar sebagai kota dunia tidak akan cukup jika tanpa melibatkan warisan sejarah yang dimilikinya: literasi.

Kota Dunia harus juga diekspresikan sebagai kota yang ramah literasi. Dengan cara membudayakan baca tulis sebagai etika kewargaan, pembangunan perpustakaan di pusat keramaian, atau kalau perlu ada juga pete-pete smart literasi, merupakah sedikit langkah untuk merealisasikan peristiwa itu.

Tapi, semua itu hanya menjadi pepesan kosong jikalau pemerintah kota bukan menjadi agen terdepan dalam mewujudkan targetan semacam itu. read more

Soekarno dan Literasi

Soekarno dan literasi, sama-sama tonggak patahan sejarah. Titik balik prasejarah menjadi sejarah ditandai oleh tulisan. Titik balik Nusantara terjajah dengan Indonesia merdeka ditandai dengan kehadiran Soekarno. Kehidupan tanpa tulisan adalah realitas prasejarah. Indonesia tanpa Soekarno adalah keterjajahan. Keduanya, Soekarno dan literasi, merepresentasikan patahan. Soekarno mengantarkan patahan Indonesia terjajah ke Indonesia merdeka. Literasi menandakan patahan prasejarah ke sejarah. Yang perlu dicatat dari keduanya adalah sama-sama melahirkan perubahan, bukan sekadar yang evolutif bahkan juga perubahan yang revolusioner. Dan, melahirkan patahan realitas. read more

Literasi yang bagus, Membahagiakan Jiwa*

Literasi yang bagus, Membahagiakan Jiwa*

Sulhan Yusuf, Pebisnis buku, Aktivis Literasi.

Pebisnis buku memang banyak. Tapi, hanya sedikit di antaranya yang memiliki jiwa literasi, yang bersetia untuk mengajak orang-orang mencintai buku. Pun, tak banyak pula pebisnis buku yang bersetia memantik gelora membaca orang-orang, dan menyeru untuk menekuni dunia tulis menulis, seperti yang dilakoni oleh aktivis literasi yang satu ini: Sulhan Yusuf. Tulisan ini adalah hasil wawancara saya mengenai ihwal lelaki berkepala plontos itu dan aktivitas literasinya. read more

Kala Unjuk Rasa

Semuanya bermula dari kesepakatan. Sepakat untuk menamakan media Kelas Literasi Paradigma Institute, yang bentuknya berupa lembaran, dengan nama Kala. Sejak kelas literasi ini dibuka untuk gelombang kedua, di pertemuan perdana pun sepakat untuk melahirkan media Kala ini. Banyak nama yang diusulkan, tetapi yang disepakati adalah Kala. Sepenggal kata yang diusulkan oleh Rahmat Zainal. Kala, bisa disinonimkan dengan waktu, masa, tempo, masa, zaman, dst. Yang pasti, dengan menabalkan media ini bernama Kala berarti, amat dekat dengan peristiwa. Setia pada peristiwa, kata Alain Badiou. read more